Empat Desa Ini Disiapkan Jadi Kawasan Ramah Lansia

Semarang - Demi menciptakan suasana kehidupan yang nyaman bagi para lansia, Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Kabupaten Semarang menyiapkan empat desa untuk jadi kawasan ramah lansia. Empat desa ini akan menjadi kawasan percontohan guna pengembangan ke seluruh desa yang ada di Kabupaten Jateng. 

Ketua Komda Lansia Kabupaten Semarang Ngesti Nugraha mengatakan pihaknya berupaya membuat para lansia sejahtera.
Sehingga adanya kawasan ramah lansia dapat membuat mereka senang dan bahagia. 

Ngesti menjelaskan salah satu kebutuhan warga lansia adalah berinteraksi dan memiliki kelompok sebaya. Mereka membutuhkan banyak teman yang dapat membuat hati senang. Selain itu, mereka juga perlu melakukan kegiatan rutin seperti senam sehat agar tetap bugar.

“Jika mereka telah merasa senang dan nyaman, maka akan mampu menyelesaikan masalah mereka sendiri. Jadi, mereka bisa mandiri dan tidak menjadi beban di masyarakat,” ungkapnya.


Selain kawasan ramah lansia, Komda Lansia juga merintis pembentukan sekolah lansia loh. Di sekolah tersebut akan diajarkan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan dengan tenaga pengajar dari warga lansia juga. Pemkab Semarang juga telah merampungkan proses penyusunan peraturan daerah tentang perlindungan dan kesejahteraan warga lansia. 

Lebih lanjut, Sekretaris Komda Lansia Sri Sunariningsih Rismonowati menjelaskan, empat desa yang menjadi percontohan kawasan ramah lansia meliputi Desa Kenteng Kecamatan Bandungan, Desa Timpik (Susukan), Lemah Ireng (Bawen), dan Desa Gedong (Banyubiru).

“Program kawasan ramah lansia ini termasuk yang pertama di Jawa Tengah. Demikian pula dengan realisasi sekolah lansia menjadi salah satu pioner di sini. Kami melibatkan akademisi untuk melatih para lansia untuk menjadi pelatih bagi yang lainnya,” terangnya.

Bersamaan dengan pencanangan kawasan ramah lansia itu, Komda lansia juga menggelar pelatihan bagi para lansia yang disiapkan menjadi tenaga pengajar di Sekolah Lansia Kabupaten Semarang. Pelatihan ini diikuti oleh 40 orang perwakilan dari empat desa dan kecamatan percontohan.

Foto: jatengprov.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler