Warga Kota Malang Segera Menikmati Angkot Berbasis Online

Lowokwaru - Kota Malang sebentar lagi akan menyediakan angkutan kota alias angkot berbasis online loh! Dengan hadirnya angkot online, sopir tidak akan menunggu penumpang dalam waktu yang lama di terminal atau di tempat-tempat pemberhentian seperti halte. Sistem ini juga akan menekan angka kemacetan lalu lintas.

Melansir dari laman malangkota.go.id, Wali Kota Malang Drs. H. Sutiaji mengatakan kalau angkot online dapat memberikan kemudahan dan keuntungan bagi penumpang dan sopir angkot.

"Kemudahan dan keuntungan serupa juga akan berlaku atau dirasakan oleh calon penumpang, karena mereka sudah mengetahui posisi angkot yang ditunggu berada di mana. Selain lebih efektif, dengan sistem daring ini juga akan menekan angka kemacetan lalu lintas, di mana yang selama ini angkot terkadang berhenti seenaknya saja di suatu tempat atau yang disebut terminal bayangan," jelas Sutiaji.

Jika angkot sudah berbasis daring, Sutiaji mengungkapkan maka tarifnya juga akan seragam, karena tarif ke suatu tempat yang hendak dituju penumpang ada dalam sistem. Dengan adanya aplikasi ini sekaligus bertujuan untuk menekan kesenjangan atau gesekan antara angkutan konvensional dengan angkutan yang lebih awal sudah berbasis daring.

Sebagai persiapan rencana revitalisasi angkutan umum dari konvensional menuju aplikasi atau daring, ratusan sopir angkot di Malang mendapatkan pengarahan dan pembekalan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang dan Satlantas Polres Malang Kota di Hotel Savana Kota Malang, Selasa (26/11/2019).

Selain diajarkan bagaimana mengoperasionalkan sistem, para sopir ini juga dibekali pemahaman bagaimana berlalu lintas yang baik dan benar. Saat ini ada 1.600 sopir angkot di Kota Malang, dan untuk tahap awal yang mendapat pembekalan sekitar 600 orang.

Tak hanya diberikan seragam, usai pembekalan para sopir ini pun nantinya akan mendapat tambahan fasilitas, seperti halnya BPJS Kesehatan. Pemkot Malang pun sudah mengalokasikan anggaran di APBD 2020 sekitar Rp42 milyar untuk program tersebut dan program pendukung lainnya.

Dari sistem yang juga telah disetujui oleh Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang ini, pembayaran tarif angkot nantinya juga akan menggunakan uang elektronik dan pengoperasiaanya akan diprioritaskan bagi jalur-jalur angkot yang produktif atau yang ramai calon penumpangnya.

Bagi para sopir pun akan diberikan keleluasaan, artinya bagi yang sudah siap menggunakan sistem ini dipersilakan, sedangkan bagi yang belum siap karena berbagai faktor bisa menyusul atau menyesuaikan.

Untuk mewujudkan hal ini, Pemerintah Kota Malang telah menandatangani kerja sama dengan pihak ketiga. Penandatanganan Memorandum of Undertanding (MoU) dengan PT Teknologi Olah Rancang Nusantara (TRON) sebagai penyedia aplikasi angkot online dilakukan usai kegiatan di Balai Kota Malang oleh Wali Kota Malang.

Sesuai nota kesepahaman yang baru ditandatangani, penerapan uji coba sistem daring bagi angkot ini rencananya akan diberlakukan awal tahun 2020 sekitar bulan April dan akan dilaksanakan secara bertahap.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler