15 Tahun Tetap Eksis, Kafe Ini Banyak Lahirkan Pelaku Hiburan

Bandung - Memasuki usia ke-15 tahun, Bober Cafe tetap bertahan di tengah sengitnya persaingan. Bermula dari modal Rp5 juta, tiga sekawan, Theo Faybriean, Jodi Janitra dan Bisma Kharisma sepakat mendirikan usaha ini dengan konsep simpel, yakni jualan mi rebus dan minuman jus.

Pada masanya, Bober Cafe akhirnya hit sebagai kafe paling ikonik dan jadi tempat nongkrongnya para kreator dan seniman Bandung. Tapi unik loh, sejak awal berdiri hingga sekarang kafe ini tetap diklaim sebagai tempat kongko paling bebas, tak intimidatif dan jadi ruang kreatif yang paling asyik.

"Sejak awal bikin Bober Cafe, saya, Jodi dan Bisma sepakat untuk membuat kafe ini sebagai ruang komunitas. Jujurnya cuma beli es teh sama air mineral pun masih kita perbolehkan nongkrong di sini hingga berjam-jam. Makanya, sampai 15 tahun kafe ini tetap eksis dan didatangi orang-orang," ungkap Theo di sela ulang tahun Bober Cafe, Kamis (28/11/2019).

Bicara persaingan, tentu TemanBaik lebih tahu dong kalau industri UKM dan resto kuliner di Bandung semakin menjamur. Namun Theo dan Bisma tetap optimistis, kafenya tetap menjadi pilihan.

"Kita tumbuh dan tetap ada karena factor x. Kita kadang merinding kalau ingat zaman dulu, kadang ada pengunjung yang sering nongkrong d Bober sampai subuh, kadang ada yang sampai nginap. Eh sekarang punya karier sukses dan terkenal," paparnya.

Lebih lanjut Bisma menuturkan, tak hanya melahirkan banyak talenta musik, kafenya juga kerap menjadi cikal bakal dari lahirnya para komika, artis hingga YouTubers.

Baca Ini Juga Yuk: KAI Punya Kafe Kopi di Yogyakarta, Yuk Intip Menu dan Suasananya!

"Mungkin orang-orang enggak akan percaya kalau dulu Bober sering jadi tempat nongkrong orang-orang yang sekarang lagi hit. Dulu Ge Pamungkas Stand Up di sini eh ujung ujungnya terkenal. Bahkan yang paling speechless keluarga Halilintar juga seminggu sekali ke sini sama anak-anaknya, dan mereka jadi keluarga tersukses di kanal YouTube," jelasnya.

Pada perayaan Bober 15th Anniversary, baik Theo maupun Bisma tetap berharap, usaha yang rintisan mereka bertiga ini tetap menjadi ruang kreasi bagi para kreator dan komunitas. Tak cuma buat orang Bandung loh, tapi siapapun pelancong yang butuh ruang kolaborasi.

Menurut Theo, sepanjang perjalanan Bober, kafe ini selalu menjadi base camp dan rumah kedua bagi para seniman. Bober lahir dan bertumbuh bersama beberapa komunitas ternama. 

Sebut saja Stand Up Comedy Bandung, Kajian Islami, Smule Community, Online Mobile Games, HIPMI PT Pengusaha Muda, Komunitas Pelari, Komunitas Radio, Komunitas baca puisi dan masih banyak lagi yang lainya.

"Sejak dulu kami selalu terbuka, Bober itu rumah mereka, pintu kami terbuka lebar 24 jam. Kami juga akan selalu merangkul para komunitas yang pengin berkarya dan berkreasi di tempat ini," tandas Theo.

Di ulang tahunnya yang ke-15 yang mengangkat tema #SEGALABISA, ketiga founder muda ini tetap menaruh harapan Bober Café tetap bisa eksis menembus zaman.

"Seberat apapun persaingan bisnis kuliner, kita berharap Bober akan tetap eksis sebagai kafe yang melahirkan banyak talenta. Dan kami juga akan selalu memperjuangkan sekitar 150 karyawan yang menghidupi keluarganya di kafe ini," pungkasnya.


Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler