Rapimnas Kadin di Bali Bahas Peningkatan Daya Saing Dunia Usaha

Kuta - Para pelaku usaha berkumpul dalam perhelatan tahunan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) 2019 Kamis (28/11/2019) dan Jumat (29/11/2019) di Hotel The Westin, Nusa Dua, Bali. Selama dua hari mereka menetapkan sasaran dan program kerja dunia usaha untuk meningkatkan perekonomian nasional.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani memaparkan fokus bahasan Rapimnas kali ini adalah meningkatkan perekonomian yang maju, berdaya saing dan berkeadilan.
"Pokok-pokok bahasan Rapimnas diarahkan untuk mengembangkan usulan-usulan kongkrit mengatasi berbagai permasalahan dunia usaha serta menyusun rekomendasi untuk memajukan perekonomian," terang Rosan, Jumat (29/11/2019).

Kadin mencatat, perekonomian Indonesia dalam kurun waktu 2018/2019 diwarnai tren pertumbuhan ekonomi sekitar 5,1-5,2 persen yang diharapkan bisa ditingkatkan lebih tinggi lagi di tahun-tahun mendatang. Sementara tingkat inflasi berada di angka 3,1 persen, nilai tukar rupiah sedikit menguat di kisaran Rp14.400 per dolar AS dan tingkat suku bunga 5 persen.

Penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional sebagaimana yang dicatatan Kadin adalah pertumbuhan konsumsi rumah tangga. Atas dasar harga konstan 2010, konsumsi masyarakat tumbuh 5,17 persen menjadi Rp. 1.467,54 triliun. Pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi dalam 21 triwulan.

Konsumsi rumah tangga sepanjang semester I/2019 tumbuh 5,1 persen. Pengeluaran konsumsi terbesar pada TW II/2019 untuk memenuhi kebutuhan makanan dan minuman sebesar Rp. 872,66 triliun (39,46 persen), diikuti transportasi dan komunikasi Rp. 505 triliun (22,84 persen).

Baca Ini Juga Yuk: Dukung Usaha Daerah, Kemenaker Pamerkan Produk TKM di Bali

Sedangkan investasi di Indonesia pada kwartal II/2019 melemah karena kontraksi pertumbuhan investasi barang modal, kecuali bangunan dan mesin. Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) tercatat hanya tumbuh 5,01 persen, lebih rendah dari pertumbuhan investasi tahun yang lalu, yaitu sebesar 5,85 persen.

"Selain tantangan internal yang dihadapi, dunia usaha juga harus bersiap mengantisipasi tantangan dari luar seperti imbas perang dagang yang akan menimbulkan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dunia, termasuk Indonesia," kata Rosan.

Ia menegaskan, pihaknya selalu memperhatikan dinamika lingkungan ekonomi strategis yang terjadi. Rosan menyampaikan Kadin selalu berusaha konsisten dalam melaksanakan kebijakan dan program kerja yang telah ditetapkan.

Namun tuntutan perkembangan mengharuskan Kadin melakukan penyesuaian dengan tuntutan dinamika yang terjadi dalam menyusun Program Kerja Tahun 2020. "Kadin berharap perekonomian Indonesia ke depan bisa semakin maju, berdaya saing dan berkeadilan," ujarnya.

Dalam Rapimnas 2019 ini, Kadin menandatangani sejumlah MoU antara lain dengan DPD RI mengenai pemberdayaan ekonomi daerah dan pelaku usaha di daerah, dengan PT. Amartha mengenai pembinaan pelaku UMKM serta koperasi di daerah dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kualitas berbagai produk barang dan jasa, juga akses permodalan dan pasar.

Selain itu, Kadin juga menandatangani MoU dengan Australia Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) untuk pengembangan platform ekspor berbasis online.


Foto: dok. Kadin 2019

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler