Cerita Dessy, Berdayakan Siswa SLB Bikin Produk Kerajinan

Bandung - Sosok Dessy Nur Anisa tergolong istimewa. Ia punya perhatian khusus pada anak-anak disabilitas. Bahkan, ia memberdayakan mereka untuk menghasilkan produk kerajinan tangan dengan merek PUKA alias Pulas Katumbiri. Simak ceritanya yuk!

PUKA dibentuk pada akhir 2015. Produk pertama yang dibuat adalah tas komputer jinjing. Tujuan awalnya justru hanya untuk memenuhi tugas dari kampus tempat Dessy menimba ilmu. Saat itu, setiap mahasiswa diharuskan memiliki bisnis.

Karena tertarik dengan hal-hal unik, ia akhirnya memutuskan membuat produk kerajinan. Bentuknya tas untuk komputer jinjing dan memiliki gambar-gambar dengan warna mencolok.

"Saat itu saya cari bisnis apa yang cocok untuk dijalankan saat itu. Setelah digali, passion saya suka crafting, saya meramu tas agar jadi lebih unik," ujar Dessy kepada BeritaBaik.id.

Singkat cerita, usaha itu akhirnya justru berlanjut. Sebab, produknya cukup banyak diminati orang lain. Ia pun kewalahan meladeni minat konsumen terhadap produknya. Berkat saran dari kakaknya, Dessy kemudian memberdayakan para siswa sekolah luar biasa (SLB) dari Bandung dan Garut sejak 2016.

Baca Ini Juga Yuk: Tips Tentukan Harga Jual Produk Kerajinan

"Saat itu saya enggak kepikiran, mereka bisa apa? Ya sudah, tapi akhirnya dicoba, dan ternyata hasilnya bagus. Mereka juga terus kita latih dan terbiasa. Justru akhirnya hasil mereka lebih bagus," ungkap perempuan kelahiran Jakarta, 24 Desember 1992 ini.

Total siswa SLB yang diberdayakan pun mencapai 80 orang. Sebagian keuntungan penjualan diserahkan Dessy untuk mereka. Besarannya sekitar 40 persen dari harga produk. Keren kan? Selain berdaya, para siswa mendapat pemasukan dari kreativitas dan kerja kerasnya.

Dessy sendiri mengaku pandangannya tentang anak disabilitas kini berubah. Jika dulu ia sempat meragukan kemampuan mereka, kini ia justru jadi pengagum. Bahkan, ia memandang mereka punya bakat luar biasa. Apalagi, produk yang dijual ternyata berdampak untuk semangat para siswa disabilitas.

"Kepuasan saya ketika anak-anak tahu produknya disukai, digandrungi, mereka bangga. Ada yang bilang 'berarti ada yang suka ya sama produk bikinan saya'," tuturnya.

Sementara dalam membuat produk, masing-masing siswa mendapat tugas berbeda. Ada yang menjahit, mendesain, serta berbagai hal lainnya. Biasanya, berbagai bahan produk yang akan dibuat dikirim ke masing-masing SLB. Setelah produknya jadi, ia akan mengunjungi mereka sekaligus membawa produk untuk dipasarkan.

Produk PUKA sendiri beragam dan unik. Selain tas, ada pouch, dompet, tempat pensil, dan lain-lain. Silakan cek sendiri oleh TemanBaik keunikan produknya di akun Instagram @puka_id.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler