Ini Sosok yang Bikin Ridwan Kamil Lahirkan Banyak Program Islami

Bandung - Sejak menjadi Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil banyak memiliki program Islami. Beberapa di antaranya adalah Magrib Mengaji, Subuh Berjamaah, Satu Pesantren Satu Perusahaan, English for Ulama, hingga yang teranyar Satu Desa Satu Hafiz (Sadesha).

Bukan tanpa alasan Ridwan Kamil banyak menciptakan program Islami bersama jajarannya di Pemprov Jawa Barat. Ia ingin membangun Jawa Barat bukan hanya dari segi infrastruktur, tapi juga dari sisi sumber daya manusia. Intinya, sesuai tagline yang ramai dibicarakan selama ini, ia ingin membangun Jawa Barat Juara Lahir dan Batin.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengaku ingin menjadikan kekuasaan dan jabatannya sebagai media untuk berdakwah. Sehingga, ia merasa perlu melahirkan banyak program Islami. Misi itu ternyata lahir berkat dorongan seseorang, siapa dia? "Semuanya bersumber dari satu perintah, yaitu ibu saya (Tjutju Sukaesih)," kata Emil.

Baca Ini Juga Yuk: Di Hari Guru Ridwan Kamil Kunjungi Rumah Pendidiknya Semasa SD

Ia mengaku suatu hari pernah dinasihati sang ibu. Menurut sang ibu, kelak di akhirat tidak akan ditanya sudah berapa jembatan, jalan, atau infrastruktur lain yang dibangun. "Tapi, kamu akan dihisab apakah rakyatmu selalu dalam rida Allah atau jauh dari rida Allah SWT," ucap Emil menirukan sang ibu.

Nasihat kedua, Emil diminta untuk tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan, melainkan sarana untuk berbuat kebaikan. Karena itulah ia fokus untuk melahirkan beragam program yang akan bermanfaat untuk masyarakat.

"Jadi, hakikat tentang kekuasaan ini jadi sarana dan diniatkan ibadah. Saya sudah niatkan jadi gubernur bukan untuk cari nafkah. Jadi gubernur saya niatkan untuk ibadah," ungkapnya.

Ia sendiri sadar tak akan selamanya menjadi gubernur. Tapi, saat masih punya waktu mengemban jabatan, berbagai hal yang dirasa bakal bermanfaat untuk masyarakat akan dilakukan. Harapan besarnya, beragam program positif yang dilahirkan kelak akan tetap bermanfaat meski ia tak lagi jadi gubernur.

Sebagai contoh, ia berharap di masa depan para hafiz dan hafizah terus lahir dari Jawa Barat, berbagai pesantren mengalami kemajuan, hingga dakwah syiar Islam di Eropa bisa terus dilakukan. Dengan begitu, program Islami yang digagasnya bukan sekadar program 'numpang lewat'.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler