Mengintip Produk Pesantren Lewat Gelar Produk OPOP di Gedung Sate

Bandung - Siapa bilang pondok pesantren tak bisa menghasilkan produk berkualitas? Pandangan ini terbantahkan jika TemanBaik berkunjung ke Gelar Produk One Pesantren One Product (OPOP) di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (14/12/2019).

Pelataran Gedung Sate pun dipenuhi stand dari 1.074 pondok pesantren peserta program OPOP dari berbagai daerah di Jawa Barat. BeritaBaik.id pun mencoba berkeliling ke berbagai stand yang terdapat di lokasi. Ada yang menampilkan produk makanan seperti keripik, kue, hingga makanan tradisional seperti rengginang dan opak. Tampilannya pun keren-keren dan terlihat menarik.

Ada juga yang menampilkan produk berupa sayuran dan buah-buahan segar. Selain itu, ada aneka pakaian, perlengkapan salat, hingga obat-obatan herbal olahan pondok pesantren. Harga produk pun tergolong terjangkau. Sehingga, jika TemanBaik berkunjung ke lokasi, kamu bisa berbelanja banyak tanpa harus menguras isi dompet.

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bangga atas atas dilaksanakannya Gelar Produk OPOP. Sebab, kegiatan itu jadi bukti bahwa program OPOP berjalan. Buktinya, pesantren bisa menghasilkan beragam produk yang layak jual.

Baca Ini Juga Yuk: Menyulap Asa dan Wajah Pesantren di Jawa Barat

"Di hadapan kita ada 1.074 pesantren yang menampilkan produk-produk unggulannya, menjadikan 542 bisnis baru lahir di pesantren di Jawa Barat dan 532 bisnis kecil sekarang jadi besar," kata Uu.

Program OPOP pun diharapkan terus bergulir dan memberi manfaat. Sehingga, akan semakin banyak pesantren yang memiliki produk untuk membangun kemandirian ekonomi. Dampak positifnya pun diharapkan tak hanya dirasakan elemen di pesantren, tapi masyarakat sekitar secara lebih luas.

"Dengan program OPOP ini diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat, mampu mengurangi ketimpangan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan sosial," tuturnya.

Program OPOP sendiri direncanakan berjalan selama 5 tahun kepemimpinan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. Setiap tahunnya, minimal akan ada 1.000 pesantren yang menjadi peserta OPOP.


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler