UI Kembangkan Program Pengelolaan Keamanan Pangan di Pesantren

Jakarta - Permasalahan hampir di semua Pondok Pesantren adalah rentannya santri terkena penyakit menular seperti scabies, ISPA, Gastritis, diare, muntaber, tifoid, hepatitis A, cacar, bahkan keracunan makanan. Padahal sebagian besar penyakit tersebut dapat dicegah melalui pengelolaan makanan yang aman dan higienis di pondok pesantren.

Menyikapi hal itu, Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) mengembangkan Program Pengelolaan Keamanan Pangan di Pondok Pesantren untuk menurunkan angka kesakitan.

Program ini diselenggarakan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1 yang berlangsung pada bulan Juni hingga November 2019.

Dalam kegiatan Pengmas ini, program tersebut dikembangkan berdasarkan kebijakan pemerintah dengan memanfaatkan hasil penelitian penyelenggaraan makan yang ada di Pondok Pesantren.

"Untuk itu, kami merasa perlu melakukan edukasi akan pentingnya perilaku sanitasi dan higienis di Pondok Pesantren, mengingat jumlah santri yang cukup banyak dan sudah kuatnya sistem yang berlaku di Pondok. Perlu adanya media yang tepat bagi ketiga kelompok tersebut, yaitu pengurus pondok, pengelola makanan, dan santri," tutur Ketua Tim Pengmas FKM UI Atik Nurwahyuni.

Program pengelolaan Keamanan Pangan yang dijalankan ini meliputi sosialisasi keamanan pangan kepada penjamah makanan (yang memasak) dan santri melalui pembuatan poster-poster dan penyuluhan langsung. Contohnya penyuluhan kesehatan kepada santri senior yang nantinya akan membuat materi dan memberikan edukasi kepada adik kelasnya, sosialisasi dan pembekalan materi kepada pengurus BKSM yang berperan sebagai motor penggerak Pengelolaan Keamanan Pangan di Pondok Pesantren, serta advokasi kepada pimpinan Pondok Pesantren.

"Upaya internalisasi program ini masuk ke dalam kegiatan resmi Pondok Pesantren dan menjadi prioritas guna menjaga keberlangsungan dan efektifitas program," jelas Atik.

Foto: ui.ac.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler