Peran Perempuan dalam Mengatur Arus Lalu Lintas di Bandung

Bandung - TemanBaik, jika kamu ada di Kota Bandung, kamu akan melihat petugas perempuan dari Dinas Perhubungan (Dishub) ada di berbagai persimpangan lalu lintas. Mereka seolah menjadi pemanis di jam sibuk arus lalu lintas, terutama saat pagi dan sore. Kehadirannya bukan sekadar pemanis loh.

Tugas utama mereka mengatur arus lalu lintas agar lancar. Sehingga, masyarakat pengguna jalan akan merasa nyaman saat berlalu lintas. Intinya, di tengah keruwetan arus lalu lintas, para perempuan tangguh inilah yang berjuang untuk membuatnya jadi lancar.

"Mereka ini tugasnya mengimbau dan mengarahkan pengendara agar lalu lintas menjadi lancar," kata Kepala Seksi Manajemen Angkutan Dishub Kota Bandung Iya Sunarya, Kamis (19/12/2019).

Para srikandi itu berstatus pegawai harian lepas (PHL) di Dishub. Jumlahnya ada 60 orang dari total 200 PHL pengatur arus lalu lintas. Lalu, kenapa ya Dishub menempatkan petugas perempuan?

Menurut Iya, ada tiga langkah yang dilakukan oleh Dishub untuk membuat pengendara taat aturan di jalan dan arus lalu lintas menjadi lancar. Pertama adalah dengan melakukan tindakan tegas dan memaksa, misalnya mencabut pentil kendaraan yang parkir sembarangan.

Kedua adalah mempermalukan pengguna jalan yang melanggar aturan. Caranya dengan menegur melalui pengeras suara yang tedapat di persimpangan jalan. Hal ini biasanya dilakukan petugas area traffic control system (ATCS).

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Polisi di Tanjung Pinang Belajar Menyulap Sampah Plastik

Jika pengguna jalan terpantau melanggar aturan lalu lintas, maka mereka akan ditegur secara langsung melalui pengeras suara. Misalnya ada pengguna sepeda motor membonceng penumpang tapi tak memakai helm, petugas akan meminta yang bersangkutan untuk menurunkan penumpangnya.

Jika TemanBaik ingin melihat bagaimana cara pelanggar aturan lalu lintas diberi tahu agar sadar, kamu bisa cek deh di akun Instagram @atcs.kotabandung. Yakin bikin greget dan senyum-senyum sendiri deh jika kamu melihat tayangan videonya.

"Langkah ketiga adalah melakukan pergerakan yang sifatnya menarik. Salah satunya menempatkan petugas perempuan," jelas Iya.

Berdasarkan survei dan pengamatan, menurutnya pengguna kendaraan lebih nurut jika diatur perempuan. Karena itu, sejak tahun lalu kehadiran para srikandi ini dikerahkan. Apa hasilnya? "Alhamdulillah berhasil tiap mereka melakukan pengaturan di persimpangan," ungkap Iya.

Hebatnya, para petugas perempuan ini bisa berdiri berjam-jam. Mereka rela bertugas dalam kondisi panas dan hujan demi kelancaran arus lalu lintas di Kota Bandung.

Sejauh ini, menurut Iya tiga cara yang dilakukan berjalan efektif. Harapan besarnya, pengguna jalan di Kota Bandung bisa lebih taat pada aturan. Sehingga, arus lalu lintas bisa lebih lancar lagi.

TemanBaik, jika kamu warga Bandung atau kebetulan berkendara di Bandung, sebaiknya taat aturan ya. Jika semuanya tertib dan taat aturan, semuanya akan merasa lebih nyaman saat melaju di jalanan. Hal serupa juga sebaiknya dilakukan kamu yang tinggal di daerah lain ya. Yuk, jadi pengendara yang tertib berlalu lintas!


Foto: Instagram.com/pdkt.dishubbdg

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler