Rangsang Minat Baca Anak Surabaya Deklarasikan Gerakan Mendongeng

Surabaya - Ingin memasyarakatkan dongeng agar bisa jadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Surabaya, Pemkot Surabaya melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya mendeklarasikan gerakan mendongeng. Gerakan ini lahir dari kegelisahan yang mana saat ini banyak orang tua yang enggan untuk mendongeng bagi anaknya, tapi menggunakan media handphone.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya Musdiq Ali Suhudi dengan mendongeng langsung ada banyak manfaat yang bisa didapatkan antara anak dan orang tuanya. Utamanya adalah sisi emosional antara anak dan orang tuanya akan semakin erat.

"Komunikasi antara anak dan orang tuanya juga bisa semakin lancar. Itulah alasan kami kenapa dongeng itu harus dimasyarakatkan kembali,” ujarnya di laman humas.surabaya.go.id.

Sedikit informasi, sepanjang tahun 2019 ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Surabaya sudah menerbitkan sebanyak 200 buku loh.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengucapkan banyak terimakasih kepada para guru dan kepala sekolah yang telah mengajar anak-anak Surabaya dengan ikhlas. Adanya deklarasi gerakan mendongeng ini menurutnya sangat penting.

"Betapa pentingnya literasi itu dengan sering membaca dan menulis. Sebab, dengan membaca dan menulis, maka akan terbiasa berimajinasi. Nah, dengan cara berimijinasi itu, maka anak-anak akan melakukan tindakan yang mengarah kepada kreatifitas," kata Risma.

Ia menambahkan bahwa daya imajinasi anak-anak bisa dirangsang dengan cara membaca. Itulah sebabnya kenapa Pemkot Surabaya terus menambah perpustakaan dan TBM di berbagai titik di Kota Surabaya.

"Banyak membangun perpustakaan memang tidak murah, tapi kalau anak-anak sering membaca, maka dia akan kreatif, sehingga kalau ada suatu masalah dan jalan ini ditutup, maka dia akan mencari jalan lain untuk menyelesaikan masalahnya itu," katanya.

Risma mengungkapkan jika sejak kecil ia sudah senang membaca, baik buku ilmiah mau pun komik-komik. Bahkan, ia mengaku pada saat kelas 3 SD, dia pernah membaca buku yang sangat tebal dalam jangka waktu semalam.

"Sampai sekarang pun saya masih suka baca buku, makanya di ruang kerja saya banyak buku. Saya yakin bisa dan saya yakin kalau mereka banyak membaca, maka kita akan punya anak-anak yang kreatif," pungkasnya.

Foto: Humas surabaya

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler