Kopi Asal Kudus Ini Siap Bersaing di Kancah Internasional

Kudus - Walau bukan tergolong kota besar, rupanya Kabupaten Kudus memiliki kopi yang berkualitas, yang tak kalah dengan kopi-kopi dari daerah lainnya yang terkenal.

Adalah Kopi Muria, kopi yang merupakan warisan turun-temurun sejak 1908 dibudidayakan dengan baik oleh para petani lokal. Kini, Kopi Muria menjadi komoditas unggulan Kabupaten Kudus yang siap dipasarkan hingga luar negeri.

Plt. Bupati Kudus H.M. Hartopo mengatakan berbagai strategi publikasi dan pemasaran sedang digencarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kudus agar Kopi Muria bisa lebih dikenal oleh masyarakat. Seperti menyediakannya di kantor, membawanya ketika sedang perjalanan dinas hingga menjadikan kopi muria sebagai buah tangan.

"Saya kemarin juga sempat mempromosikan Kopi Muria di negara-negara Asia Tenggara. Saya harap seluruh OPD bersama-sama menggalakkan promosi Kopi Muria," ujarnya melalui laman jatengprov.go.id.

Baca Ini Juga Yuk: Banyuwangi Kembangkan Wisata Kreatif Berbasis Kopi

Saat ini, proses pembuatan Kopi Muria terbagi dalam dua cara, tradisional dan semi digital. H.M. Hartopo menjelaskan pengolahan Kopi Muria semi digital menggunakan alat yang melalui 18 proses. Sementara kopi yang diolah secara tradisional diwariskan turun-menurun.

"Memang, biji kopi yang diolah tradisional lebih cepat bau apabila tidak segera dikonsumsi. Namun, saya meminta agar olahan tradisional tetap dijaga dalam rangka melestarikan budaya," tuturnya.

Saat ini, ada lebih dari 20 produk Kopi Muria yang beredar di masyarakat. Bahkan, lima di antaranya telah siap bersaing di kancah internasional. Pihaknya juga menuturkan telah banyak menjumpai produk Kopi Muria di coffee shop terkenal.

Ia menambahkan tren kopi yang sedang booming sekarang ini membantu mempromosikan Kopi Muria lebih baik lagi. Sudah banyak warung-warung kopi di Kudus yang menggunakannya.

"Kami melalui dinas terkait akan terus melakukan pendampingan dan permodalan. Saya harap para petani kopi ke depan dapat memproses Kopi Muria dari mulai dipetik hingga siap seduh," tuturnya.


Foto: jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler