Trik Dishub Jabar Bikin Nyaman Pengguna Jalan Selama Liburan

Bandung - Masa liburan Natal dan Tahun Baru masih tersisa beberapa hari lagi. Jika kamu mungkin sedang berlibur, di luar sana justru banyak orang yang berusaha membuat liburan kamu berjalan lancar loh. Contohnya adalah petugas dari Dinas Perhubungan.

Jawa Barat (Jabar) sendiri jadi wilayah yang pastinya banyak dikunjungi wisatawan. Maklum, banyak banget kan tempat wisata di Jabar ini. Tak hanya wisatawan lokal, banyak wisatawan nusantara hingga asing yang berkunjung ke berbagai tempat menarik di Jabar.

Terbayang enggak jika arus lalu lintas tak diatur petugas? Pasti semrawut dan macet di mana-mana. Jika ini terjadi, mungkin kamu bakal terhambat menuju tempat wisata, atau bahkan bisa gagal karena terjebak macet. Berapa sih petugas yang diturunkan Dishub untuk membuat arus lalu lintas lancar dan bikin nyaman pengguna jalan?

"Jumlah kekuatan personel dari Dishub Jawa Barat ada 300 orang, itu dibagi piket dengan berbagai posko. Tapi ditambah juga ada 1.600 petugas dari Dishub kabupaten/kota. Jadi, kurang-lebih hampir 2 ribu personel kita sebar," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar Hery Antasari, Jumat (27/12/2019).

Selain itu, Dishub juga dibantu pihak lain, mulai dari kepolisian hingga TNI. Salah satu fokusnya tentu membuat kelancaran arus lalu lintas menuju tempat wisata. Sebab, ada berbagai potensi yang bisa mengakibatkan kemacetan.

Baca Ini Juga Yuk: Sublimasi, Cara Sederhana Hindari Stres Saat di Mobil

Pemerintah daerah dan kepala daerah juga sudah diajak kerja sama untuk mengantisipasi berbagai potensi kemacetan yang ada. Bahkan, pengelola wisata juga diminta melakukan antisipasi. Sehingga, pengguna jalan lain yang tidak berniat menuju ke tempat wisata tetap bisa menikmati kelancaran arus lalu lintas saat melintas ke lokasi.

"Kita juga memasang rambu tambahan, alat keselamatan tambahan, menyelesaikan fasilitas lalu lintas seperti roller berrier, penerangan jalan umum, guard-rail, cermin, traffic cone. Itu sudah terpasang di mana-mana," jelas Hery.

Selain di jalur menuju tempat wisata, jalur lain juga mendapat perhatian, termasuk jalur rawan bencana. Sehingga, pengguna jalan yang melintas juga bisa diingatkan jika terjadi bencana. Jadi, jangan ragu bertanya kepada petugas di lapangan untuk mengetahui apakah jalur yang dilaluinya terdapat bencana atau berpotensi bencana.

"Komunikasi saja dengan petugas titik-titik mana saja yang perlu diwaspadai sehingga pengemudi bisa waspada," tutur Hery.

Lalu, bagaimana dengan manajemen rekayasa lalu lintas? Hal ini menurutnya bisa dilakukan, bisa juga tidak. Ini akan tergantung pada kondisi di lapangan dan koordinasi dengan kepolisian sebagai pemangku kebijakan.

"Manajemen rekayasa lalu lintas ini bisa pengalihan arus, bisa one way, bisa contraflow, buka-tutup. Seandainya diperlukan, ini akan dilakukan, tapi itu situasional," ujar Hery.


Foto: dishub.jabarprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler