4 Hal yang Harus Perempuan Pertimbangkan Saat Diajak Menikah

Bandung - TemanBaik, khususnya kaum perempuan, pasti senang kan jika diajak menikah oleh pasanganmu? Tapi, ada hal lain yang wajib kamu pertimbangkan sebelum menerima ajakan menikah. Apa ya?

Pastikan kamu menikah secara legal dan tercatat oleh negara. Jika diajak menikah hanya secara agama atau sering disebut pernikahan siri, sebaiknya berpikir ulang ya.

Direktur Women's Crisis Center (WCC) Pasundan Durebang Ira Imelda mengatakan memang secara agama pernikahan tanpa tercatat oleh negara sah-sah saja. Tapi, oleh negara pernikahan itu enggak diakui keabsahannya. Lalu, apa konsekuensinya menikah tak tercatat oleh negara?

1. Terancam Tak Mendapat Hak Waris
Jika suami-istri yang menikah siri bercerai atau salah satunya meninggal, potensi tak mendapatkan warisan sangat besar. Anak juga akan berada dalam situasi serupa. Kalaupun mendapat warisan, itu akan sangat tergantung pada kesadaran personal masing-masing dalam menjalankan hukum waris sesuai syariat agama.

Sedangkan jika pernikahan tercatat oleh negara ada hak waris yang diatur sesuai undang-undang, aturan ini wajib dijalankan. Jika tidak, penyelesaian ke jalur hukum bisa ditempuh.

Baca Ini Juga Yuk: Mau Menikah di Luar Negeri? Catat Syarat Administrasinya

2. Sulit Bikin Akta Kelahiran
Anak akan berada dalam posisi yang sulit jika orangtuanya menikah tanpa tercatat oleh negara. Sang anak akan kesulitan mendapatkan akta kelahiran. Sebab, untuk membuat akta kelahiran, salah satunya harus ada buku nikah orangtuanya. "Akta kelahiran ini berguna untuk mengakses pendidikan dan lain-lain. Jadi, dampaknya pasti berderet panjang (jika tak punya akta kelahiran)," kata Ira.

3. Potensi Jadi Korban Human Trafficking
Ini dampak yang cukup mengerikan bagi kaum perempuan. Perempuan bisa jadi korban human trafficking alias perdagangan orang. Ujungnya, perempuan dipaksa untuk menjadi pekerja seks atau melakukan pekerjaan lain.

Menurut Ira, modus perdagangan orang ini salah satunya adalah menikahi si perempuan tanpa tercatat oleh negara. Setelah menikah, si perempuan dibawa oleh suaminya untuk diperdagangkan. Ujungnya, perempuan itu dibawa ke daerah tertentu yang membuatnya sulit melarikan diri.

4. Tak Bisa Cerai di Pengadilan Agama
Risiko yang enggak kalah rumit dari pernikahan tak tercatat negara adalah sulitnya bercerai. Perceraian untuk pernikahan seperti ini tak bisa dilakukan di pengadilan agama.

Dalam agama memang ada aturan seputar perceraian. Tapi, perceraian bisa berjalan mulus jika kedua pihak sama-sama menaati aturan agama yang ada. Jika tidak, ya ujung-ujungnya bakal ribet deh TemanBaik.

Berkaca dari hal-hal di atas, Ira mengingatkan kaum perempuan berpikir jernih jika diajak untuk menikah hanya secara agama saja. Sebaiknya ikuti aturan negara deh agar pernikahanmu tercatat dan berkekuatan hukum. Jika pernikahannya seperti ini, pasti sah secara agama dan hukum negara.

"Secara hukum, nikah itu perlu dicatatkan di KUA sampai terbit buku nikah," ucap Ira.


Foto: Dini Yustiani/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler