Cerita Petugas Diskar Soal Fenomena Tawon di Kota Bandung

Bandung - Kabar dan pemberitaan soal ular di pemukiman warga beberapa bulan terakhir ini cukup ramai di berbagai daerah. Hal ini juga terjadi di Bandung loh TemanBaik. Catatan Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung, penanganan ular dilakukan sebanyak 49 kali selama 2019.

Tapi, ternyata ada hewan lain yang jumlah penanganannya jauh lebih banyak dilakukan petugas Diskar PB. Hewan itu adalah tawon. Selama 2019, ada 193 penanganan tawon yang dilakukan.

"193 itu laporan dari masyarakat yang kita tindaklanjuti. Di luar itu, ada 50-an laporan yang masuk daftar tunggu," kata Kabid Kesiapsiagaan Operasi Pemadaman dan Penyelamatan Diskar PB Kota Bandung Kurnia Saputra, Selasa (7/1/2020).

Tawon-tawon itu kebanyakan bersarang di tempat yang sulit dijangkau, misalnya di area atap. Ukuran sarangnya pun beragam, bahkan diameternya ada yang mencapai 1 meter. Hal ini yang bikin masyarakat ngeri sehingga meminta bantuan petugas Diskar PB untuk menyingkirkannya. Mereka khawatir sewaktu-waktu tawon di sana menyemat warga.

Secara umum, menurutnya tawon jarang menyerang manusia jika tak diganggu. Tapi, sudah kadung khawatir sehingga memilih melapor. Petugas Diskar PB pun berusaha melakukan penanganan agar warga menjadi tenang.

"Biasanya kita lakukan eksekusi malam hari. Karena kalau malam, tawon ini enggak bisa melihat," ucap Kurnia.

Ia sendiri mengaku tak tahu persis kenapa begitu banyak tawon yang membuat sarang di pemukiman warga, bukan di pohon. "Saya juga heran ini fenomena apa. Sebenarnya dari dulu juga ada fenomena ini, tapi enggak sebanyak seperti di 2019 kemarin," jelasnya.

Sementara dalam penanganan, Diskar PB menempatkan skala prioritas. Sarang tawon yang ukurannya besar dan dinilai lebih berbahaya bagi orang banyak akan diamankan lebih dulu. Sedangkan yang tingkat bahayanya lebih kecil berada di urutan berikutnya.

Petugas Pingsan Disengat
Petugas Diskar PB sendiri sebenarnya tak punya standar baku dalam penanganan tawon. Yang ada hanyalah hasil kreasi dan pembelajaran otodidak. Bahkan, pakaian saat mengeksekusi sarang tawon pun dimodifikasi sedemikian rupa agar aman bagi pemakainya.

Meski sudah berusaha seaman mungkin, tetap sering ada petugas yang tersengat karena si tawon marah akibat merasa diganggu. Satu-dua sengatan tawon pun jadi sesuatu yang lumrah dialami petuga.

Tapi, ada satu kejadian yang cukup fatal. Salah seorang petugas ada yang sampai pingsan karena disengat begitu banyak tawon. Hal itu terjadi saat menangani sarang tawon di SMPN 3 Bandung. Kebetulan, saat ini masih tergolong siang dan penglihatan tawon tergolong baik.

Baca Ini Juga Yuk: Sihar Sitinjak, Sosok Penyelamat Saat Bencana

Saat itu, penanganan terpaksa dilakukan di waktu yang kurang tepat. Sebab, jika malam hari, di sekolah tak ada orang. Sehingga, mau tak mau penanganan dilakukan petugas di luar waktu biasanya.

Petugas yang kebetulan jadi eksekutor saat itu aman karena memakai pakaian pelindung lengkap. Tapi, sial bagi petugas lain yang membantu proses eksekusi. Petugas itu tak memakai pakaian pelindung karena posisinya jauh dengan eksekutor.

Karena tak memakai pakaian pelindung lengkap, tanpa diduga petugas itu dikejar banyak tawon dan mendapat sengatan cukup banyak di wajah dan tubuhnya. Sang petugas bahkan sampai pingsan selama sehari. "Tapi setelah dirawat di rumah sakit, sembuh, biasa lagi," ujar Kurnia.

Trik Menangani Tawon
Jika TemanBaik menemukan sarang tawon di rumah atau di mana pun, jangan keburu panik dulu ya. Hindari deh berusaha memindahkan, menutup lubang pada sarang, membakar, atau tindakan lainnya.

Langkah paling tepat adalah berusaha tenang. Laporkan pada petugas pemadam kebakaran. Sehingga, mereka yang nanti akan menanganinya. Tapi, jika kamu bisa mengatasi sendiri dan siap dengan risikonya, karena bisa saja dilakukan sendiri.

"Kalau bisa tangani sendiri, enggak apa-apa ditangani sendiri. Tapi, kalau enggak bisa, hubungi kita saja, kita siap menangani itu," ucap Kurnia.

Yang pasti, sebelum petugas datang ke lokasi, pastikan sarang tawon jangan diganggu ya. Biarkan saja sarang itu tetap ada di tempatnya. Sebab, jika diusik, tawon di dalamnya bisa marah dan mengejarmu dalam jumlah banyak. Selanjutnya, tahu kan? Ya, kamu akan disengat!


Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler