Sembahyang Wan Fuk, Bentuk Rasa Syukur Warga Tionghoa

TemanBaik, tahu enggak jika warga Tionghoa suka melaksanakan sembahyang Wan Fuk? Hal ini biasanya dilakukan sebelum peringatan Imlek. Kita bahas lebih lanjut soal Wan Fuk yuk!

Tepat di area antara pintu gerbang dan tempat sembahyang Vihara Dharma Ramsi, Kota Bandung, Selasa (14/1/2019) pagi, terlihat tumpukan pakaian dari kertas dengan balutan warna emas di atasnya. Ada yang berbentuk sepatu, baju, hingga emas batangan.

Berbagai benda itu disimpan umat Tridharma. Setiap benda itu pun dipasangi kertas kecil bertuliskan nama mereka dalam huruf China. Biasanya, benda-benda itu dibeli di tempat khusus untuk disimpan di vihara.

Baca Ini Juga Yuk: Sibuknya Pabrik Kue Keranjang Jelang Imlek

Selanjutnya, benda-benda itu akan dibakar. Benda-benda ini adalah persembahan bagi para dewa yang mereka yakini. Benda itu juga dibakar sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki dan beragam kebaikan selama setahun yang sudah dilalui.

"Ini dilakukan setahun sekali sebagai bentuk ucapan syukur dan terima kasih kita. Karena kita selama setahun ini sudah begitu banyak dikasih rezeki," ujar Asikin, relawan Vihara Dharma Ramsi.

Menurutnya, tak ada paksaan bagi umat untuk menyumbang benda-benda tersebut. Sebab, mereka yang menyerahkannya harus secara ikhlas.

Prosesi Wan Fuk sendiri diawali dengan beberapa prosesi, salah satunya berdoa di dekat altar yang dipimpin pemuka agama Vihara Dharma Ramsi. Setelah itu, terlihat sebagian umat yang hadir menyalakan dupa dan memasangnya di altar lain.

Puncak dari prosesi Wan Fuk adalah membakar semua benda-benda tersebut. Pembakaran dilakukan di tempat khusus semacam tungku.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler