Tips Hindari Penyakit Pneumonia Berat di Tiongkok

Bandung - TemanBaik tahu enggak jika di Tingkok alias China kini muncul penyakit pneuomia berat? Radang paru-paru dalam skala berat ini diderita puluhan warga setempat sejak akhir Desember 2019 hingga kini. Penyebab penyakit baru yang misterius ini belum diketahui.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berdasarkan kajian, penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Penyakit ini masih diteliti pihak-pihak terkait apakah sama dengan Severe Acute Respiratory Infection (SARS) yang sempat mewabah di dunia pada 2003 silam.

Pasien penderita pneumonia berat ini pun sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari pemerintah setempat. Penelitian dan pengkajian pun sedang dilakukan otoritas setempat.

Pasien yang terinfeksi pneumonia berat itu teridentifikasi mayoritas bekerja di pasar ikan yang juga menjual jenis hewan lain, termasuk burung. Tapi, belum ada bukti yang menunjukkan penyakit ini menular dari manusia ke manusia. Badan Kesehatan Dunia alias WHO pun masih melakukan pengamatan terhadap fenomena penyakit ini.

WHO sendiri tidak melakukan pembatasan kunjungan warga untuk berkunjung ke Tiongkok. Tapi, TemanBaik enggak perlu panik kok jika memang akan berkunjung ke sana. Meski begitu, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk meminimalisir terjangkit pneumonia berat tersebut. Apa saja?

Baca Ini Juga Yuk: Begini Etika Saat Batuk yang Efektif Cegah Penularan

"Bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan ke Tiongkok, termasuk ke Hongkong, Wuhan, atau Beijing, agar memperhatikan perkembangan penyakit ini di Tiongkok atau berkonsultasi dengan Dinas Kesehatan atau Kantor Kesehatan Pelabuhan setempat," ujar Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI Anung Sugihantono.

Selama berada di Tiongkok, hindari berkunjung ke tempat penjualan ikan dan juga hewan hidup lainnya ya TemanBaik. Jika dalam perjalanan merasa berinteraksi dengan orang yang bergejala demam, batuk, dan sulit bernapas atau justru kamu jatuh sakit dengan gejala sama, segera berobat ke fasilitas kesehatan terdekat.

"Jika setelah kembali ke Indonesia menunjukkan gejala demam, batuk, dan sukar bernapas, segera berobat," ucap Anung.

Sejauh ini, belum terlaporkan ada orang Indonesia yang terjangkit penyakit tersebut. Tapi, antisipasi dilakukan. Kemenkes sudah mengaktifkan termoscanner di setiap bandara dan pelabuhan di Indonesia.

Sehingga, siapapun yang masuk ke Indonesia dari negara lain akan terdeteksi. Sehingga jika terdeteksi memiliki penyakit tertentu, termasuk pneumonia berat tersebut, akan segera diketahui dan bisa ditangani dengan tepat.


Foto: muhealth.org

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler