Sulitnya Membersihkan Rupang Jelang Imlek

Bandung - Perayaan Imlek alias Tahun Baru China baru akan jatuh pada 25 Januari 2020. Tapi, ada beberapa prosesi loh TemanBaik yang dilakukan umat Tri Dharma. Salah satunya adalah pembersihan rupang atau patung para dewa.

BeritaBaik.id pun mengunjungi Vihara Dharma Ramsi di Jalan Luna, Kota Bandung, Minggu (9/1/2020). Di sini, belasan umat terlihat sibuk membersihkan rupang. Total, ada 27 rupang yang dibersihkan.

"Yang dibersihkan ada 27 rupang. Ini rupang paling banyak di kelenteng yang ada di Bandung," kata Awa Kwan (60), relawan sekaligus umat di Vihara Dharma Ramsi.

Proses pembersihan rupang sendiri tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab, ada penanggalan khusus yang jadi waktu tepat untuk membersihkannya.

"Hari ini tuh dewa-dewa lagi pergi semua, jadi kita bisa bersihin. Hari ini dewa-dewa sedang pergi ke kahyangan untuk melaporkan kegiatan kita dalam setahun (ke belakang) ini," elas Awa Kwan.

Dalam penanggalan Masehi, para dewa ini baru akan kembali 'mengisi' rupang pada 3 Februari mendatang. Setelah para dewa kembali, maka rupang tak boleh diturunkan dari tempatnya.

Selain rupang, pembersihan juga dilakukan terhadap seluruh area Vihara Dharma Ramsi. Ini dilakukan para relawan dan umat dengan sukarela. Sebelum membersihkan rupang dan vihara, mereka sudah melakukan bersih-bersih di rumah masing-masing. Ini jadi tradisi yang wajib dilakukan untuk menyambut Imlek.

Di balik pembersihan itu, ada makna dalam yang bisa ditarik hikmahnya. Tahun baru menjadi momentum menghadapi kehidupan dengan kebersihan.

"Namanya juga tahun baru, harus bersih, harus baru. Bukan hanya ini (rupang dan vihara yang dibersihkan), tapi di rumah juga begitu, termasuk kepribadian kita," tutur Awa Kwan.

Teknik Pembersihan Khusus
TemanBaik yang belum tahu mungkin bertanya-tanya bagaimana rupang-rupang ini dibersihkan? Ternyata enggak sembarangan loh TemanBaik.

"Membersihkannya enggak sembarangan, ada teknik dan peralatan khusus yang dipakai," ucap Awa Kwan.

Langkah pertama, rupang akan diturunkan dari tempatnya jika memungkinkan. Jika rupang besar dan tak bisa diturunkan, pembersihan akan dilakukan di tempat rupang disimpan.

"Selanjutnya, pertama dicuci dulu pake air putih (air bersih), kedua pakai air kembang, sama (terakhir) pakai air cendana. Setelah itu selesai, dipasang lagi," jelasnya.

Untuk membersihkannya, alat yang diperlukan di antaranya lap dan kuas. Bagian paling rumit adalah memastikan tak ada kotoran atau debu yang masih menempel. Sehingga, penggunaan kuas sangat diperlukan.

"Kalau bersihin rupang gini, dia bukan asal dibersihin, mesti pakai kuas supaya debu yang nempel di dalam bisa bersih semua. Kalau bersihin jangan tanggung, itu yang susah," ujar Awa Kwan.

Bahkan, untuk rupang yang terdapat bagian berwarna emas, pembersihannya jauh lebih sulit. Rupang ini tak boleh terkena air. Sebab, jika terkena air, warna emasnya akan luntur dan berubah menjadi warna merah.

Rupang sendiri terbuat dari bubuk emas yang disebut kimpo. Tapi, setiap rupang memiliki anea warna dan bentuk sesuai dengan karakteristik dewanya.

Foto: Oris Riswan/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler