Pedagang di Pasar Kranggan Rutin Gelar Aksi Bersih-bersih

Yogyakarta - Ada kebiasaan unik nih yang dilakukan para pedagang di Pasar Kranggan, Kecamatan Jetis, Yogyakarta. Mereka rutin melakukan kerja bakti, dengan membersihkan lingkungan di sekitar pasar. Khususnya di sepanjang Jalan Poncowinatan.

Para pedagang pasar yang berada di Jalan Pangeran Diponegoro No. 29 Yogyakarta ini, menggelar pertama kali kegiatan bersih-bersih pada 12 November 2019.

Aksi tersebut mereka lakukan setiap hari Selasa Legi. Reresik alias bersih-bersih pasar ini biasanya dimulai dari pukul 06:00 WIB hingga menjelang siang tiba. 

Enggak cuma pedagang saja loh, kegiatan yang sudah berjalan ketiga kali ini juga melibatkan seluruh elemen Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimka).

"Kegiatan ini diinisiasi oleh para pedagang di luberan Pasar Kranggan, yang juga dibantu dari unsur Forkopimka, dan sejumlah paguyupan pasar," ucap Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi di laman warta.jogjakota.go.id.

Heroe menjelaskan, reresik pasar ini dilakukan untuk menghilangkan citra pasar tradisional kumuh dan kotor. Sehingga, pasar bersih pembeli pun merasa nyaman dan sering berbelanja di pasar tradisional. Dengan begitu pendapatan pedagang pasar pun lebih baik.

Sebagai salah satu pasar legendaris sekaligus ikon di Kota Yogyakarta,  Pasar Kranggan diharapakan bisa terus dijaga kebersihannya, sesuai dengan slogannya yaitu 'Pasare Resik Rejekine Apik Sik Tuku Ora Kecelik'.

Heroe mengingatkan, persaingan sekarang sudah sangat ketat selain menjaga kebersihan pasar, ketertiban juga harus dijaga sehingga para pembeli tidak ragu untuk ke pasar. "Kalau mau parkir saja susah, para pembeli ya tentu tidak mau ke pasar," ujarnya.

Heroe juga menyinggung tentang pengelolaan limbah pasar organik menjadi pupuk tanaman. Hal itu perlu dipikirkan karena kapasitas TPS Piyungan diperkirakan akan habis pada 1,5 tahun mendatang.

"Untuk itu, kita harus menyiapkan rencana, di Tegalrejo sudah mencoba mengolah sampah secara mandiri menggunakan mesin dengan cara dibakar sehingga tidak perlu lagi membuang ke TPS Piyungan," paparnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Yogyakarta Yunianto Dwi Sutono mengatakan kegiatan ini sejalan dengan reresik pasar yang digelar setiap Kamis Pon atau 35 hari sekali.

"Kalau yang digelar hari ini khusus untuk luberan pedagang Pasar Kranggan, mereka memiliki inisiatif sendiri yang harus kita dorong, karena ini menjadi agenda wilayah," ucapnya.

Pihaknya berharap kegiatan ini bisa diterapkan di wilayah lain. Sehingga seluruh kecamatan melakukan hal yang sama yakni mengajak padagang di luberan pasar melakukan reresik.

Foto: warta.jogjakota.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler