'Nyurat Lontar' Meriahkan Festival Bulan Bahasa di Bali

Denpasar - Festival Bulan Bahasa Bali yang digelar bulan ini dibuka dengan nyurat lontar aksara Bali massal. Kegiatan ini diikuti hingga 2.020 peserta dari berbagai kalangan, Sabtu (1/1/2020) di Art Center Denpasar.

Jumlah peserta bertambah dua kali lipat dari tahun lalu yang hanya diikuti sekitar 1.000 peserta. Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, I Wayan ‘Kun’ Adnyana menyebutkan para peserta ini sebagai garda depan pelestarian Bahasa Bali.

“Pesertanya ini garda depan kita. Kita punya 619 penyuluh Bahasa Bali, ditambah para pelajar, ada juga masyarakat umum dan pendidik,” ujarnya. Ribuan peserta yang mengikuti kegiatan Nyurat Aksara Bali ini menuliskan bait dari Kakawin Nitisastra.

Aksara Bali ini ditulis di atas daun lontar dengan menggunakan alat pengrupak atau pisau khusus untuk ditorehkan pada daun lontar. “Kami berkeinginan untuk memasyarakatkan bahasa sastra dan aksara Bali, benar-benar menjadi gaya hidup,” harapnya.

Sebelumnya Gubernur Bali, I Wayan Koster meresmikan kegiatan Bulan Bahasa Bali dengan pemukulan kulkul (alat komunikasi tradisional masyarakat Bali). Dibanding perayaan Bulan Bahasa Bali sebelumnya yang digelar kali pertama, tahun ini terdapat sejumlah perbedaan.

“Tahun lalu cuma digelar empat kali di setiap minggunya, tahun ini diselenggarakan satu bulan penuh dalam kalender Bali dari tanggal 1 sampai 27 Februari,” papar Kun Adnyana.

Selain itu, tahun ini semua kegiatan dipastikan berhubungan dengan tema yang diusung. "Kalau tahun lalu masih belum dibingkai satu tema,” sambungnya. Festival Bulan Bahasa Bali tahun ini mengusung tema ‘Melarapan Bulan Bahasa Bali, Nyujur Atma Kertih’.

Tema tersebut diaplikasikan dalam 17 ragam wimbakara (lomba), 3 krialoka (lokakarya) dan 5 widyatula (sarasehan), dan 15 peserta prasara (pameran) dengan peserta dari perguruan tinggi, organisasi bahasa, serta perajin. 


Foto: dok.Humas Bali

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler