Madu Tanjungpinang Diminati Malaysia, Santan Dilirik Jerman

Tanjung Pinang - TemanBaik, tahu enggak jika madu hutan dari Tanjungpinang di Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kualitas yang istimewa? Saking istimewanya, madu hutan dari Tanjungpinang bahkan diminati hingga luar negeri loh.

Baru-baru ini, 150 kilogram madu dari Tanjungpinang diekspor ke Malaysia. Total nilai untuk ekspor tersebut mencapai Rp15 juta. Ini jadi tahap awal yang bagus untuk membuka keran ekspor madu Tanjungpinang. Tak hanya ke Malaysia, ke depan diharapkan ekspor ini bisa dilakukan ke berbagai negara lain.

Sebelum dikirim ke Malaysia, madu tersebut lebih dulu diperiksa di Karantina Pertanian Tanjungpinang. Sehingga, madu yang dikirim dipastikan berkualitas baik dan tak akan mengecewakan.

"Madu diperiksa secara argonoleptik dengan tujuan untuk memastikan bau, warna, dan teksturnya. Setelah sesuai, diterbitkanlah sertifikasi sanitasi," kata dokter hewan Karantina Pertanian Tanjungpinang Dinurritus di laman resmi Pemprov Kepri.

Baca Ini Juga Yuk: 4 Hal Penting yang Harus Kamu Tahu Saat Dampingi Pejuang Kanker 

Tak hanya madu, Tanjungpinang juga ternyata punya produk unggulan lain. Produk ini bahkan sudah diekspor ke Jerman. Produknya berupa santan yang merupakan produk turunan dari kelapa.

Santan ini diproduksi PT. Bionesia Organic Foods. Jumlah yang diekspor pun cukup banyak loh TemanBaik, yaitu 33,6 ton kilogram yang dikemas dalam 14 ribu karton. Nilai ekspornya sendiri mencapai Rp630 juta.

"Ekspor kali ini tujuan ke Jerman berupa Kokosmilch sebanyak 33,6 ton," kata Executive Shipper PT. Bionesia ORganic Foods Yovita.

Kokosmilch sendiri adalah santan yang biasa digunakan untuk memasak atau keperluan lain. Jenis santan ini tergolong encer, bahkan dapat langsung diminum. Hebatnya, Kokosmilch ini diolah dari kelapa yang ditanam oleh para petani di Kepri. Sehingga, petani kelapa di sana bisa merasakan dampak positif secara ekonomi.

Foto: dok. kepriprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler