Mengenal Kegiatan Pers Pra-Kemerdekaan Lewat 4 Surat Kabar Ini

Bandung - TemanBaik, tanggal 9 Februari ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional. Penetapan itu merujuk pada Peraturan Presiden No. 5 Tahun 1985. Namun jika ditelusuri, jauh sebelum dekade tersebut, sudah banyak kegiatan pers berlangsung di Indonesia. Bahkan sebelum Indonesia merdeka, kegiatan pers sudah pernah ada.

Melansir dari laman mpn.kominfo.go.id, setidaknya, ada 4 surat kabar yang sudah menjalankan aktivitas pers sebelum Indonesia merdeka. Apa saja? Yuk simak!

1. Soeara Ra’jat

Soeara Ra’jat merupakan salah satu surat kabar yang terbit dekade 1910-an. Salah satu arsipnya yang masih tersimpan di Museum Pers Nasional adalah edisi 1 April 1919.

Surat kabar ini adalah surat kabar pergerakan kaum sosialis yang disebut Indische Sociaal-Democratische Vereengining atau Persatuan Sosialis-Demokrat Hindia Belanda. Surat kabar ini ditulis menggunakan bahasa Melayu.

2. Sinar Matahari

Sinar Matahari merupakan surat kabar yang juga terbit dekade 1910-an. Salah satu arsip yang masih disimpan adalah edisi 17 April 1914. Hampir sama dengan Soeara Ra’jat, Sinar Matahari juga merupakan surat kabar yang menggunakan bahasa Melayu.

3. Djawa Tengah Review

Surat kabar ini terbit pada dekade 1920-an. Arsip yang masih tersimpan di Museum Pers Nasional salah satunya adalah edisi Juli 1929. Selain berita, surat kabar ini juga cukup dominan memuat konten foto masa itu di dalamnya. Sedangkan isinya ditulis menggunakan bahasa Melayu dan Cina.

4. Abad 20

Jika sebelumnya kita membahas surat kabar, maka Abad 20 merupakan produk pers dalam bentuk majalah, TemanBaik. Abad 20 yang tercatat dalam arsip Monumen Pers Nasional adalah edisi 29 April 1939. Majalah ini mengulas berbagai macam hal menarik seputar biografi, sastra, dan seni.

Nah, ttu dia keempat surat kabar yang pernah beredar di Indonesia sebelum zaman kemerdekaan. Adakah TemanBaik yang memiliki koleksi salah satu di antaranya?


Foto: mpn.kominfo.go.id



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler