Bali Gelar Diskusi Wisata MICE

Denpasar - Pemberhentian sementara penerbangan dari dan ke China untuk sementara berbuntut pada menurunnya angka kunjungan wisatawan China ke Bali. Pasalnya, wisatawan China menyumbang angka terbanyak kedua dari total wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali setelah Australia pada 2019 lalu.

Tantangan yang tengah dihadapi pariwisata Bali saat ini menjadi momentum oleh para pemangku kepentingan pariwisata di Bali untuk menguatkan komitmen dan keseriusan mewujudkan pariwisata berkualitas dan berkelanjutan. Salah satunya dengan menggenjot penyelenggaraan wisata Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Baca Ini Juga Yuk: Udumbara, Bunga Legendaris yang Tumbuh 3.000 Tahun Sekali

Upaya ini diungkapkan dalam diskusi 'Quality & Sustainability: A New Paradigm of Bali Cultural Tourism' yang digelar di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Denpasar, Rabu (12/2/2020). Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali, Ida Bagus Agung Partha Adnyana mengatakan merebaknya virus Corona juga berdampak pada pembatalan event MICE di beberapa negara.


"Banyak informasi mengenai pembatalan pertemuan di Singapura atau Hong Kong karena wabah ini. Dalam waktu dekat, mereka harus berpikir di mana bisa melakukan pertemuan," ujar Adnyana. Menurut Partha Adnyana, ini kesempatan yang tepat bagi Bali untuk mendongkrak wisata MICE sesuai arahan Kementerian Pariwisata.

"Justru Bali banyak mendapatkan limpahan. Masih ada potensi wisata MICE yang bisa kita tawarkan. Sejumlah event MICE yang dibatalkan itu bisa dialihkan ke Bali," sambungnya. Untuk mewadahi promosi wisata MICE, GIPI membentuk lembaga 'Bali Convention & Exhibition Bureau (BaliCEB)' yang bertugas menggarap wisata MICE dengan berbagai program.

Salah satu program event yang bakal digarap oleh BaliCEB dalam waktu dekat ini adalah MDC Paris Fashion di Bali pada Mei 2020. Gelaran fesyen internasional ini rencananya akan dihadiri 350 model yang diharapkan ikut mempromosikan wisata MICE di Bali.

"Model-model ini punya daya influence yang tinggi," celetuknya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Putu Astawa mengatakan Bali sangat tepat menjadi penyelenggaraan MICE. Di Bali sendiri sudah tersedia sejumlah convention centre bertaraf internasional. "Wisata MICE juga sudah terbukti bisa membangkitkan perekonomian Bali saat melesu ketika erupsi Gunung Agung beberapa waktu lalu," tutupnya.

Foto: Ahmad Muzakky

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler