Sisi Lain Kebun Raya Bogor, Ada Makam 'Bapak Ular Indonesia'

West Bogor - TemanBaik, tahu enggak jika di Kebun Raya Bogor ternyata ada makam seorang ahli ular, bahkan ia dijuluki sebagai 'Bapak Ular Indonesia'. Namanya adalah Heinrich Boie. Semasa hidupnya, Heinrich Boie adalah seorang ahli ular.

Sudah banyak hasil penelitian Boie yang dilakukan terhadap beragam jenis ular di Indonesia. Total, ada 48 ular Indonesia yang berhasil dideskripsikannya. Bahkan, ular kobra Jawa dideskripsikan pria asal Jerman tersebut.

Hasil penelitian Boie pun banyak dijadikan referensi oleh para peneliti ular lainnya di Indonesia hingga saat ini. Salah seorang di antaranya adalah Amid Hamidy, peneliti reptil dari Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

"Saya banyak menggunakan penelitian Boie sebagai referensi, seperti tulisan saya tentang kobra Jawa atau Naja sputatrix. Ular tersebut dideskripsikan oleh beliau," kata Amir di laman resmi LIPI.

Baca Ini Juga Yuk: NWSF 2020, Wadah Diskusi Mahasiswa ITB Hadapi Tantangan Sanitasi

Boie sendiri dimakamkan di Kebun Raya Bogor, tepatnya di area Komplek Pemakaman Belanda. Makan Boie ditandai dengan batu nisan tua yang terdapat lambang ular di bagian atasnya.

Keberadaan makam pria asal Jerman yang berjasa untuk penelitian ular di Indonesia itu ternyata mengejutkan Cultural and Press Affairs Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, Marc Seamann. Ia sama sekali tak menduganya. Tak hanya Seamann, publik juga tak banyak yang sadar dan mengetahui keberadaan makam tersebut.

Meski sudah meninggal, Seamann berharap apa yang dilakukan Boie semasa hidup memberi manfaat jangka panjang, terutama di bidang penelitian seputar ular. Bahkan, ia berharap ke depan ada kerja sama antara peneliti ular Indonesia dan Jerman.

"Kami berharap rekam jejak Heinrich Boie selama melakukan kegiatan penelitian hewan reptilia, khususnya ular, dapat ditindaklanjuti melalui ekspedisi atau kegiatan penelitian bersama antara peneliti reptil dari Indonesia dan peneliti reptil dari Jerman," tutur Seamann.

Foto: dok. lipi.go.id


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler