Tak Malu Dianggap Kuno, Pemuda Wonogiri Fokus Geluti Wayang Kulit

Wonogiri - TemanBaik, apa yang kamu lakukan saat berusia muda? Salah satu daerah di Wonogiri, Jawa Tengah, memberi contoh hebat.

Di Desa Kepuhsari, ada sekelompok pemuda yang fokus melakukan pelestarian budaya, khususnya kerajinan wayang kulit. Salah satu dari anak muda itu adalah Ayu Mardani (24). Ia bertugas menatah kulit kerbau sebagai bagian dari proses pembuatan wayang kulit. Ayu sejak masih muda sudah berkutat dengan kegiatan tersebut.

"Sejak kecil saya memang senang wayang," ujar Ayu di laman resmi Pemprov Jawa Tengah.

Kegemaran terhadap wayang itulah yang akhirnya membuat Ayu terjun langsung dalam pembuatan wayang. Kebetulan, sang ayah kerap mengajaknya dalam pembuatan wayang.

Baca Ini Juga Yuk: Paguyuban Pasundan, Pelestari Bahasa Ibu di Tengah Modernisasi 


Butuh waktu bagi Ayu hingga akhirnya mahir membuat wayang. Ia pun menemukan keasyikan sendiri yang sulit dijelaskan dengan kata ketika membuat wayang. Ia pun tak malu dicap tak gaul oleh teman sebayanya.

"Enggak malu dianggap kuno," ungkap Ayu.

Ia pun berharap wayang semakin dikenal dan digandrungi para pemuda. Sebab, menurutnya upaya pelestarian wayang harus dilakukan berbagai pihak, terutama anak muda.

Pemuda lainnya, Erwin (34), mengutarakan bangga bisa jadi bagian dari pembuat wayang. Keahliannya adalah mewarnai wayang. Meski terkesan sederhana, mewarnai wayang tak bisa sembarangan loh.

"Pewarnaan wayang itu ada pakemnya," kata Erwin.

Selain itu, butuh ketelatenan dan kesabaran tingkat tinggi dalam pewarnaan wayang. Untuk satu wayang, proses pengerjaannya butuh hingga lima hari loh. Sehingga, warna yang dihasilkan bisa maksimal.

Foto: dok. www.jatengprov.go.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler