Amankah Obat yang Dijual Bebas untuk Anak? Ini Penjelasannya

Bandung - TemanBaik, terutama bagi kamu para orang tua, tentu bukan hal menyenangkan ketika mengetahui anak sakit kan? Si kecil yang biasanya aktif bisa mendadak jadi pendiam, lemas, ogah-ogahan makan dan minum, hingga mungkin mengalami demam. Orang tua pasti gusar deh jika melihat kondisi begini.

Solusinya, biasanya orang tua akan segera mencari obat yang mudah didapatkan atau mungkin sudah ada stok obat di rumah. Tanpa berlama-lama, obat itu kemudian diberikan kepada si kecil bagaimanapun caranya.

Masalahnya adalah, pemberian obat dilakukan berdasarkan feeling alias perasaan. Misalnya, ketika anak mengalami demam, yang dicari lebih dulu adalah obat penurun panas. Amankah pemberian obat dengan menggunakan perasaan seperti ini?

Menurut dokter anak Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung Anggraeni Alam, obat yang dijual bebas di apotik, toko obat, atau warung secara umum aman digunakan. Tapi, ada hal yang harus dipertimbangkan.

"Memang pada prinsipnya obat-obatan yang 'dijual bebas' itu boleh dikatakan side effect-nya untuk anak itu rendah. Namun, bukan berarti penggunaannya jadi sembarangan, berlebihan," kata Anggraeni kepada BeritaBaik.id.

Bagi orang tua, memang akan punya alasan tersendiri kenapa tidak segera membawa anak ke puskesmas, klinik, dokter mandiri, atau ke rumah sakit. Mulai dari alasan keuangan, waktu yang terbatas, hingga akses menuju tempat pelayanan kesehatan yang jauh. Hal ini kembali lagi ke masing-masing orang tua.

"Antara dibolehkan (atau tidak menggunakan obat yang dijual bebas) itu mengapa, karena kan tidak mudah, kadang-kadang untuk ke pelayanan kesehatan terdekat dengan alasan apapun. Sehingga, ada istilahnya (orang tua) bisa beli obat di mana saja," tutur Anggraeni.

Tapi, karena mengandalkan perasaan, belum tentu obat yang diberikan pada akhirnya berdampak positif. Bisa saja kondisi sakit si kecil bertambah parah.

"Kita misalnya ngasih obat A itu alasannya untuk (mengobati sakit) apa. Jangan sampai kita kasih obat B tapi akhirnya jadi kontraindikasi terhadap suatu penyakit," ucap Anggraeni.

Karena itu, ia menyarankan agar orang tua menerapkan kewaspadaan. Jika pemberian obat yang dijual bebas itu tak membuat kondisi anak membaik, segera bawa si kecil ke tempat pelayanan kesehatan.

"Kalau ternyata dalam satu-dua hari tidak ada perbaikan, segera ke petugas kesehatan. Apalagi kalau ada tanda bahaya, misalnya anak kejang, muntah, peradangan, nyeri perut hebat, anaknya tidur melulu, enggak mau minum. Hal-hal seperti itu harus diperhatikan," jelas Anggraeni.

Solusi terbaik, jika kamu tak mau ambil risiko, sebaiknya sesegera mungkin bawa si kecil berobat ketika sakit. Sehingga, obat yang dikonsumsi akan sesuai dengan jenis penyakitnya. Proses penyembuhan pun akan lebih efektif.


Foto: Ilustrasi/Unsplash.

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler