Cara Pemprov Jateng Antisipasi Penyakit Menular dari Hewan

Semarang - TemanBaik, Pemprov Jawa Tengah punya cara khusus nih untuk membentengi wilayahnya dari penyakit menular. Salah satunya dengan mengantisipasi hewan ternak yang dikhawatirkan mengidap penyakit menular.

Beberapa penyakit yang diantisipasi di antaranya rabies, antraks, Brucelllosis, Avian influenza, dan Hog cholera. Meski di Jawa Tengah belum ditemukan kasus manusia terjangkit penyakit-penyakit itu, antisipasi tetap perlu dilakukan.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah Lalu Muhammad Syafriadi mengatakan ada delapan langkah yang sudah ditempuh untuk meminimalisir masuknya penyakit menular melalui hewan ke Jawa Tengah.

"Di antaranya mengoptimalisasi pos lalu lintas ternak, memperket hewan yang keluar atau hanya lewat di Provinsi Jawa Tengah," kata Lalu di laman resmi Pemprov Jawa Tengah, Rabu (26/2/2020).
Langkah lain, pihaknya juga menolak masuknya hewan dari wilayah yang terjangkit penyakit. Pihaknya pun mengantisipasi secara khusus daerah rawan di Jawa Tengah yang pernah terjangkit kasus penyakit hewan, seperti Wonogiri yang terdapat kasus antraks.

Untuk mecegah terjadinya kasus antraks di Jawa Tengah, pada 2020 ini disediakan 20 ribu dosis vaksin antraks. Vaksin itu akan diprioritaskan di wilayah rawan.

Sementara untuk mengawasi lalu lintas ternak, Disnakeswan Jawa Tengah sudah menyiapkan 318 paramedik veteriner, 33 pengawas bibit ternak, 15 pengawas mutu pakan, dan 290 orang medik veteriner.

Belum sampai di situ, disiapkan juga 71 unit Pusat Kesehatan Hewan, 22 unit laboratorium kesehatan hewan, 27 unit klinik hewan, serta 13 unit laboratorium kesehatan masyarakat veteriner. Di perbatasan dengan provinsi lain juga disiagakan pos lalu lintas ternak (PLLT) untuk memantau hilir-mudik dari daerah tetangga.

"Selain itu, kami juga meningkatkan komunikasi, informasi, dan edukasi tentang penyakit menular dan zoonosis kepada masyarakat. Kami juga memberi pedoman beternak yang baik pada peternak," jelas Lalu.

Foto: dok. jatengprov.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler