Yuk! Kenalan dengan Maskot Asia Africa Festival 2020

Bandung - TemanBaik, April mendatang di Kota Bandung akan ada kegiatan meriah, yaitu Asia Africa Festival 2020. Kegiatan ini adalah bagian dari peringatan Konferensi Asia Afrika yang rutin digelar setiap tahun.

Meski baru akan digelar April, kemeriahan jelang Asia Africa Festival sudah mulai 'dihangatkan'. Harapannya, kegiatan ini akan tersosialisasikan sejak jauh-jauh hari ke masyarakat.

Salah satu yang dilakukan adalah meluncurkan lagu tema, logo, dan maskot untuk kegiatan tersebut pada Sabtu (7/3/2020). Salah satu yang paling menarik tentu adalah maskot. Apa ya maskotnya?

Ada dua sosok yang diangkat sebagai maskot peringatan Konferensi Asia Afrika ini, yaitu Molo dan Muro. TemanBaik penasaran enggak hewan apa sih dan apa maknanya di balik maskot ini?

Molo adalah karakter owa Jawa. Ini adalah hewan endemik asli Jawa Barat. Hewan ini mewakili benua Asia. Sedangkan Muro adalah karakter hewan lemur Hewan ini adalah khas Madagaskar yang mewakili benua Afrika. Jadi, kedua hewan ini jadi simbol lengkap yang mewakili kedua benua.

Baca Ini Juga Yuk: Bersatu di Hari Perempuan Lewat Tarian Laras Bambu

Kedua maskot yang dibuat menggemaskan ini diharapkan membuat suasana jelang peringatan Konferensi Asia Afika semakin meriah. Tak kalah penting, kedua maskot itu diharapkan dicintai semua kalangan masyarakat, termasuk dari berbagai negara peserta KAA.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyatakan, rangkaian peringatan KAA ke-65 pada 2020 ini sudah dipersiapkan matang dalam satu tahun terakhir. Terlebih, Asia Africa Festival masuk dalam agenda unggulan pemerintah pusat dan bahkan berskala internasional.

"Persiapan ini sudah dipersiapkan sudah sejak setahun lalu setelah selesainya Asia Africa Festival 2019 langsung mulai dilakukan untuk persiapan 2020. Teman-teman Disbudpar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat," kata Yana dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id.

Secara khusus, ia mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Bandung ikut serta memeriahkan Asia Africa Festival 2020. Kegiatan ini akan berlangsung meriah. Kemeriahannya sendiri bertujuan salah satunya memberi hiburan bagi masyarakat.

"Silahkan masyarakat Kota Bandung, mari kita ramaikan acara nanti," imbaunya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung Dewi Kaniasari mengatakan pada gelaran Asia Africa Festival 2020 ini mengusung konsep berbeda. Kali ini konten acara lebih banyak berisi nuansa kekayaan budaya nusantara.

"Tahun ini tetap pawai ada, tapi kontennya lebih banyak lagi mengajak peserta dari Indonesia, karena pasarnya kita lebih ke domestik," ujar Kenny, sapaan akrabnya.

Konsep penguatan nuansa domestik juga sejalan untuk mengantisipasi fenomena penyebaran COVID-19 atau virus corona. Sebab, dikhawatirkan perwakilan dari negara partisipan sulit untuk keluar dari negaranya untuk ikut memeriahkan AAF 2020.

Peringatan puncak Asia Africa Festival 2020 ini akan digelar pada 18 April mendatang. Tapi, kegiatan acara peringatan KAA ke-65 ini sudah dimulai pada pekan depan.

"Pra-event mulai minggu depan sampai 11 April kemudian 19 Aprilnya ada Bandung Creative Week. Nanti ada berbagai macam produk ekonomi kreatif terutama dari komunitas kreatif Kota Bandung dan beberapa daerah di sekitar Bandung Raya," jelas Kenny.

Foto: dok. Humas Kota Bandung


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler