Saat Laki-laki Rayakan Hari Perempuan

Bandung - TemanBaik tahu enggak jika hari ini diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional? Wajar dan biasa kan jika momentum ini diperingati kaum perempuan dengan berbagai cara? Tapi, ada jadinya jika Hari Perempuan Internasional ini diperingati oleh laki-laki?

Peringatan ini dilakukan delapan seniman Bandung. Ya, semuanya laki-laki loh TemanBaik. Seperti apa ya penghormatan mereka kepada kaum perempuan? Simak ulasannya yuk!

Para seniman ini menggelar atraksi seni di halaman Gedung Indonesia Menggugat (GIM), Kota Bandung, Minggu (8/3/2020). Di area depan, mereka memasang 30 foto perempuan dari berbagai generasi. Mereka adalah para perempuan hebat yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari Dewi Satika, Rasinah (tokoh penari topeng Cirebon), Bu Kasur, legenda tenis Yayuk Basuki dan bulutangkis Susi Susanti, hingga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

"30 perempuan ini adalah para tokoh hebat, ada penari, jurnalis, atlet, musisi, dan lain-lain," kata Gatot Gunawan, salah seorang penampil.



Suguhan utama dari atraksi seni ini adalah tarian yang dibawakan Gatot dengan diiringi seniman musik tradisional. Mereka adalah Abah Enjum, Dedy Kahanuang, Dody Satya, Jawro, Nino Panca Adi, dan Ronyroni. Tema yang diusung dari tarian yang dibawakan adalah Vailia.

"Kata 'Valia' diambil dari bahasa Hindi yang mempunyai arti perempuan perkasa. Pertunjukkan tari Valia digelar dengan tujuan untuk mengabarkan dan mentransformasikan nilai-nilai luhur semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan yang pernah dan terus dilakukan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat Indonesia," jelas Gatot.

Baca Ini Juga Yuk: Yuk! Kenalan dengan Maskot Asia Africa Festival 2020


Melalui aksi ini, Gatot dan rekan-rekan juga ingin menyampaikan pesan kepada kaum perempuan. Kesetaraan dengan kaum laki-laki bukan berarti sama dalam segala hal. Makna sebenarnya dari emansipasi adalah bagaimana perempuan dapat berkembang dan maju dari waktu ke waktu tanpa menghilangkan jati dirinya.

"Perempuan ketimuran mempunyai kekuatan dan cara sendiri dalam memperjuangkan segala suatu, baik yang berkaitan dengan diri sendiri atau lingkungannya," tuturnya.

Ia pun mengingatkan jangan karena alasan emansipasi, justru kaum perempuan melupakan kewajiban dan kodratnya. Perempuan harus tetap memperhatikan keluarga. Di saat yang sama, kaum laki-laki, terutama generasi muda, juga bisa memetik pelajaran dari sosok perempuan, terutama pejuang di era pergerakan kemerdekaan.

Sebab, para pejuang perempuan memiliki nilai kepribadian, semangat, tekad, dan semangat kejuangan tinggi. Tapi, di saat yang sama, mereka tidak melupakan kewajiban dan kodratnya sebagai perempuan.

Sementara dalam pementasannya, Gatot menari sambil mengenakan topeng. Ia mengenakan kain sarung tapi bertelanjang dada. Tarian sendiri diiringi musik dari alat tradisional, salah satunya kecapi.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler