Jangan Hanya Fokus Corona, Penyakit Ini Justru Harus Diantisipasi

Bandung - TemanBaik, publik saat ini lebih banyak fokus mengantisipasi virus corona alias COVID-19. Berbagai langkah antisipasi dilakukan, salah satunya menggunakan masker. Bahkan, ada yang salah kaprah karena memilih menggunakan masker meski sedang sehat. Padahal, masker direkomendasikan untuk orang yang sakit agar tidak menularkan penyakitnya, terutama penyakit yang menular melalui saluran pernapasan.

Tapi, di tengah maraknya pemberitaan dan kewaspadaan publik terhadap virus corona, ada berbagai penyakit lain yang sebenarnya harus diwaspadai. Salah satu yang paling banyak diidap saat ini adalah demam berdarah dengue (DBD). Di Jawa Barat, kasusnya sudah ribuan loh TemanBaik.

DBD sendiri bisa disebut sebagai penyakit 'rutin' yang marak hampir setiap tahun. Bahkan, hampir setiap tahunnya ada saja kasus pasien yang meninggal dunia.

Baca Ini Juga Yuk: Permudah Teman Netra di Tempat Makan, Yuk! Lakukan Hal Ini

Pada 2019 lalu, tepatnya Januari hingga awal Maret, jumlah kasus DBD mencapai sektar 26 ribu orang. Di periode yang sama pada 2020 ini, jumlahnya menurun drastis. Tapi, meski disebut turun, jumlahnya tetap saja banyak.

"DBD itu sebenarnya di 2020 ini, kalau dari sisi tren, menurun kalau dibandingkan periode yang sama di 2019. Menurunnya bahkan cukup drastis. Kalau di 2019 itu sekitar 26 ribu kasus,, kalau (Januari hingga awal Maret) sekarang ada 4.192 kasus," kata Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Barli Hamdani.

Iya, kamu enggak salah baca kok TemanBaik! Jumlah kasus DBD selama Januari hingga awal Maret ini 4192 kasus. Banyak kan? Dari jumlah itu, 15 di antaranya meninggal dunia. Sedangkan pada Januari-Februari 2019 lalu jumlah korban meninggal mencapai 49 kasus.

Upaya Pencegahan
Menurut Barli, kasus DBD yang terjadi saat ini dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berbagai upaya penanganan dan pencegahan pun terus dilakukan.

"Target kita adalah bagaimana caranya, kasusnya mungkin tidak bisa kita tekan sampai hilang, tapi jangan sampai ada yang meninggal lagi," ungkap Barli.

Di mana sih angka kejadian DBD yang terbanyak? Secara umum, kasus ini hampir terjadi merata di seluruh Jawa Barat. Tapi, jumlah pasien terbanyak tentu berasal dari kabupaten/kota yang luas dengan jumlah penduduk yang banyak, misalnya Kabupaten Bogor dan Kota Bandung.

"Jadi, memang rata-rata terjadi di kota besar. Karena memang kota besar itu selain penduknya banyak, kemudian juga banyak tempat-tempat untuk nyamuk (berkembang biak," tuturnya.

Karena maraknya kasus DBD, ia mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Jadi, jangan cuma fokus pada kasus virus corona ya.

"Ini harus gerakan masif, seluruh elemen masyarakat itu harus melakukan gerakan bersih-bersih lingkungan, termasuk 3M Plus, yaitu menguras (tempat penampungan air), menutup (tempat penampungan air), mengubur atau mendaur ulang sampah," ucap Barli.

Untuk plus-nya, lakukan langkah pencegahan, misalnya menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air, menggunakan lotion antinyamuk, hingga menggunakan kelambu saat tidur.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler