Ragam Rempah Berkhasiat untuk Berbagai Virus Penyakit

Bandung - TemanBaik, dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat dan musim persebaran virus penyakit saat ini, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh merupakan cara penting dan efektif untuk mencegah penyakit dan persebaran virus sperti Corona, misalnya. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi sejumlah tanaman obat herbal seperti jahe, serai, kunyit, temulawak yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah ragam penularan virus penyakit yang sedang mewabah.

Namun yang harus digarisbawahi, tanaman obat herbal tersebut bukanlah untuk mengobati virus, namun lebih kepada pencegahan dan meningkatkan daya tahan tubuh dari paparan virus jenis apa pun. Secara umum, ketika mengonsumsi jamu atau tanaman obat herbal secara rutin, daya tahan tubuh pun menjadi kuat. Tidak mudah bagi virus apa pun untuk masuk ke dalam tubuh. 

Wabah global virus corona membuat banyak pihak mulai berbenah, khususnya para ahli di bidang medis. Berbagai alternatif terus dikaji guna menemukan solusi penangkal wabah global ini. Meski belum mendapat klaim dan uji klinis yang pasti, namun perlahan, solusi untuk menangkal virus korona belakangan ini mulai ditemukan. 

Beberapa waktu kebelakang, hangat diperbincangkan jika Klorokuin fosfat, yang merupakan obat lama untuk pengobatan malaria, di klaim telah menunjukkan aktivitas yang nyata dan keamanan yang dapat diterima dalam mengobati pneumonia terkait COVID-19 dalam uji klinis multisenter yang dilakukan di Tiongkok. 

Untuk kandungan Klorokuin fosfat itu sendiri, sebetulnya bisa kita temukan di tumbuhan kina. Namun, jenis obat dengan kandungan tersebut relatif sulit dijumpai di kota-kota besar. Di sisi lain, kandungan ini belum diklaim secara global sebagai penangkal yang ampuh. Sejauh ini, tanaman kina baru dianggap berpotensi menjadi penangkal korona. 

Baca Ini Juga Yuk: Bukan Laminating, Enkapsulasi Jadi Cara Tepat Lindungi Arsip

Bahkan di lapangan, belum banyak toko rempah atau obat herbal yang menjual tanaman jenis kina ini. Salah satu yang ditemui Beritabaik.id, Selasa (10/3/2020) adalah Toko Rempah dan Tanaman Herbal Babah Kuya Indonesia di Jl. Pasar Selatan Mo. 33 Bandung. Kepada Beritabaik.id, Memey Maria Heryati selaku pemilik toko rempah ini mengaku tidak berani menjual tumbuhan jenis kina, karena khawatir terjadi penyalahgunaan dari tumbuhan herbal ini yang akan menimbulkan efek samping.

 "Itu kan obat malaria, ya. Selain itu, ada beberapa efek samping yang (saya khawatirnya) malah jadi disalahgunakan," ujar Memey.

Adapun beberapa efek samping dari penggunaan kina itu sendiri adalah dapat menyebabkan gangguan pendengaran atau tuli. Selain itu, penggunaan berlebih dapat mengubah tumbuhan kina menjadi obat aborsi. Oleh karenanya, ia tak berani menjajakan bahan kina ini di tokonya, sekalipun tumbuhan ini mendapat klaim sebagai penangkal ampuh virus corona.

Mengenai obat yang dipercaya menjadi penangkal Corona, Memey menyebutkan ada beberapa obat yang dianggap punya khasiat menangkal berbagai virus, tidak hanya Corona. Beberapa di antaranya adalah tumbuhan batrawali dan sambiloto. Khasiat dari kedua rempah ini adalah memiliki kandungan antibiotik tinggi.


Mengenai data di lapangan, beberapa tumbuhan herbal diakui Memey mengalami peningkatan nilai jual. Sebut saja herbal jenis temulawak, kunir, sereh merah, atau jahe merah. Menurutnya, tumbuhan herbal jenis tersebut memang memiliki khasiat antibiotik yang juga berfungsi untuk memperkuat daya tahan tubuh. 

"Ya seperti temulawak, kunir, sereh merah atau jahe merah itu memang mengalami peningkatan daya beli dari pengunjung. Tapi mereka belinya enggak banyak banget sih. Kemungkinan mereka pakai buat nyoba-nyoba gitu, kayaknya," jelas Memey. 

Namun, lebih mengerucut untuk penangkal gejala virus Corona itu sendiri, Memey lebih merekomendasikan rempah jenis batrawali dan sambiloto untuk dikonsumsi karena kandungan dari tumbuhan ini terbukti dapat meningkatkan antibodi sehingga mampu melawan penyebab penyebaran virus penyakit. 

Adapun untuk jenisnya, Memey merekomendasikan herbal jenis tumbuhan bisa direbus, dan jenis bubuk bisa diseduh. Selain itu, dosis minumnya dianjurkan dua kali dalam sehari dengan kondisi ampas yang sudah dibuang. Walau sudah ditemukan penangkalnya apa, tetap jangan panic buying ya, TemanBaik. 

Akan lebih bijaksana jika kita menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari penyakit-penyakit yang berbahaya. 

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler