Sebelum Corona, Sekolah Ini Produksi Hand Sanitizer Untuk Siswa

Malang - Berkembangnya virus corona jenis baru (COVID 19) seperti saat ini, membuat hand sanitizer diburu banyak orang. Selain cukup ampuh mematikan bakteri, hand sanitizer juga lebih praktis dibanding harus mencuci tangan dengan sabun.

Jika sebelumnya ada beberapa sekolah yang memproduksi hand sanitizer setelah muncuatnya isu corona, maka beda halnya dengan SMK Putra Indonesia Malang (PIM) yang berlokasi di Jalan Barito, Bunulrejo, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Jauh sebelum muncul virus corona, sekolah ini telah membuat hand sanitizer atau hand rub sendiri untuk para siswanya.

"Sebenarnya untuk program sejenis hand sanitizer atau pun hand rub itu sudah lama dibuat. Artinya sudah hampir 5 tahun lebih," kata Ahmad Mughis Fatoni, Guru Produktif Farmasi Industri SMK PIM Malang kepada tim beritabaik.id saat ditemui di sekolah, belum lama ini.

Hal ini bermula dari seringnya para siswa yang berkegiatan di luar sekolah sehingga berpotensi dipenuhi kotoran yang tak nampak secara kasat mata.

"Mau nggak mau mereka ada sifat lupa yang menyebabkan mereka harus membuat produk yang aman higienis dan cepat," sambung Fatoni.

Baca Ini Juga Yuk: Keren! Gedung Sekolah Di Bali Ini Bentuknya Kapal Pesiar

Dari situlah muncul ide kreatif untuk membuat produk hand sanitizer untuk menjaga kebersihan badan. Para siswa yang berasal dari jurusan Farmasi Industri dan Kimia Industri ini kemudian membuat hand sanitizer sendiri di laboratorium sekolah untuk kemudian digunakan sendiri dalam berkegiatan sehari-hari.

"Ketika mereka lupa dengan aktivitas cuci tangan atau beraktivitas di luar lingkungan rumah maupun sekolah, mereka bisa melakukan secara cepat," tegas Fatoni.


Pembuatan hand sanitizer ini dibuat pada waktu tertentu yakni pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran seperti saat ekstrakulikuler atau saat hari Sabtu. Tak hanya untuk siswa. Produk hand sanitizer ini juga diberikan secara cuma-cuma kepada para siswa, guru hingga karyawan di sekolah.

Fatoni menjelaskan bahwa produk hand sanitizer-nya tersebut menggunakan bahan-bahan yang aman dan ramah lingkungan.

"Kita menggunakan alkohol yang 70 persen karena kita pengen tingkat keamanannya juga karena penggunanya bukan hanya orang dewasa tapi anak-anak," jelasnya.

Sementara itu, Rizal Pratama Nugroho, Kepala Program Keahlian Farmasi Industri SMK PIM mengatakan, produk hand sanitizer yang ia buat merupakan campuran dari alkohol, glycerin yang berfungsi sebagai pelembab, essential oil sebagai wangi-wangian dan dicampur air.

Bahan-bahan tersebut kemudian diaduk menggunakan mesin pengaduk atau magnetic stirrer agar lebih merata. Setelah tercampur, cairan tersebut akan di tes pH-nya (skala keasaman) dalam rentang 6,5 sampai sekitar 8.

"pH itu kan karena kita melihat jangan sampai nanti ada rasa yang tidak nyaman. Karena ketika dalam kulit itu kan misalnya kita pakai sanitizer, salah satu parameter mengatakan bahwa ini sudah layak untuk digunakan atau belum itu berdasarkan pH. Ketika pH cenderung asam atau semakin basa ketika digunakan pasti akan menimbulkan rasa nggak enak (di kulit) klayak agak panas karena pengaruh pH dari larutannya," ucapnya.

Meski tak mengkhususkan produksi pada beredarnya isu virus corona, Fatoni mengaku bahwa produksi hand sanitizer di SMK PIM juga mengalami peningkatan.

"Kita tidak mencari kesempatan, kita enggak ikut-ikutan juga cuma kita terkena imbasnya. Karena sebenarnya produk kami itu memang untuk anak-anak. Dari anak-anak untuk anak-anak. Ternyata di luar juga membutuhkan," tandas Fatoni.

Ia juga menjelaskan bahwa produk hand sanitizernya hanya dipergunakan untuk kalangan sendiri sebab masih belum mendapatkan sertifikat resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Kami masih proses pengajuan. Tinggal menunggu survei dari BPOM," tegas Fatoni.

Foto: Nunung Nasikhah/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler