Yuk! Belajar Mengelola Keuangan dalam Berbisinis

Bandung - TemanBaik, saat ini berbisnis menjadi salah satu kegiatan dan profesi yang mulai digemari, khususnya oleh kaum milenial. Ragam jenis ide kreatif yang berujung bisnis dari skala kecil sampai besar muncul. Beberapa diantara bisnis-bisnis tersebut pada akhirnya menciptakan berbagai peluang, salah satunya mencipta lapangan kerja baru. Akan tetapi, bisnis tanpa pengelolaan finansial yang baik juga malah bisa jadi bumerang dalam jangka panjang loh!

Beritabaik.id bersama halofina berkolaborasi dalam menggelar workshop bertajuk "How to Manage Your Business Finances" di Rooftop Moxy Hotel, Kamis (12/3/2020). Acara ini menghadirkan pemateri dari kalangan praktisi di bidang bisnis kreatif yaitu Co-Founder & CEO Halofina Adjie Wicaksana dan Founder Jumma Kids Winny Caprina. Dalam acara diskusi tersebut, peserta diajak berkenalan dengan bagaimana pola mengatur keuangan dalam bisnis yang sedang dijalaninya. Peserta diskusi umumnya berasal dari founder atau pelaku usaha berskala mikro, yang didominasi pebisnis bidang kuliner, fesyen dan berbagai sub-sektor kreatif lainnya di Kota Bandung.

Baca Ini Juga Yuk: Aksi Baik Rayakan HUT Damkar dan Satpol PP di Bandung

Salah satu pemateri workshop, Adjie Wicaksana menyoroti, beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh pelaku bisnis ialah pengelolaan keuangan dalam roda finansial usaha yang dijalani. Di sisi lain, ia mengapresiasi perkembangan bidang bisnis yang begitu pesat belakangan ini. Hadirnya para pebisnis, disebutkan oleh Adjie sebagai jawaban untuk tantangan ketersediaan lapangan kerja di Indonesia ke depannya.

"Forum-forum seperti ini tuh bagus banget untuk perkembangan bisnis di, untuk konteks ini di Kota Bandung, ya. Sebab yang datang juga kan banyak dari para pelaku bisnis," ujar Adjie kepada Beritabaik.id di sela-sela workshop.

Adapun di sisi lain, Adjie merasa banyaknya kesinambungan problem yang dihadapi, sehingga sesi tanya jawab dianggapnya bisa mewakili lebih dari satu orang yang bertanya. Selain itu, Adjie berharap acara diskusi semacam ini bisa diselenggarakan lebih masif lagi guna membawa insan bisnis di Tanah Air lebih melek tentang manajemen keuangan.

Sementara itu, Winny Caprina yang juga menjadi pemateri dalam diskusi ini lebih menyoroti kepada keberanian dan mental seseorang dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, dua hal tersebut merupakan bahan bakar awal untuk seseorang yang tertarik menekuni bisnis.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun bisnis sangatlah diperlukan. Pasalnya, Bandung dikenal sebagai kota kreatif yang mampu melahirkan ide, namun terkadang tak semua orang yang punya banyak ide juga punya banyak uang untuk menyulap idenya menjadi sebuah bisnis. Ataupun sebaliknya, orang-orang yang tak memiliki banyak ide namun punya banyak uang, sehingga ia kebingungan bagaimana memutarkan uangnya tersebut.

"Momen seperti ini kerap terjadi loh, jangan salah. Oleh karenanya, kolaborasi juga bisa jadi alternatif antara si kreator dengan investor," ujarnya.

Baik Adjie maupun Winny mengakui, Bandung merupakan salah satu kota kreatif yang idealnya punya banyak sub-sektor bisnis yang jauh lebih berkembang lagi. Hadirnya forum-forum diskusi semacam ini diharapkan mampu mendongkrak lebih jauh lagi capaian dari bisnis yang ada di Bandung. 


Menakar Indikator Stabilitas Keuangan Dalam Bisnis
Dalam diskusi tersebut banyak hal yang menjadi catatan penting untuk para pengusaha kreatif dalam aspek manajemen keuangan. Namun yang paling mengerucut adalah bagaimana indikator keuangan yang sehat dalam berbisni. Baik Adjie maupun Winny menyimpulkan, beberapa faktor di bawah ini bisa jadi indikator keuangan berbisnismu sehat atau tidak. Yuk kita simak!

1. Rasio Tabungan dan Modal Usaha
Adanya unsur rasional dalam mengelola tabungan dan modal usaha menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pebisnis. Adjie mencontohkan studi kasus di mana seorang pebisnis bermodal 100 juta rupiah dalam sekali berbisnis. Lalu dari modal tersebut ia mendapat keuntungan 130 juta rupiah, atau keuntungannya setara 30 juta rupiah. Sedangkan di tabungan perusahaan, seorang pebisnis ini memiliki 500 juta rupiah. Menurut Adjie, kondisi tersebut tak rasional, sebab antara perputaran uang untuk bisnis tak seimbang dengan uang mengendap. Adapun untuk kondisi di atas, untuk menyeimbangkannya kita perlu menambah modal usaha.

"Ideal kalau di rekening tabungannya mengendap di angka sekira 300 juta. Karena tidak terlalu jauh antara modal usaha dan uang yang mengendap di tabungan," ujarnya.

Meski begitu, Adjie menyebutkan adanya jarak antara biaya operasional bisnis dengan uang mengendap di rekening juga penting, untuk menjaga hal-hal yang tak diinginkan terjadi dalam bisnis yang kita jalankan.

2. Memisahkan Uang Pribadi dan Uang Bisnis
Hal ini yang paling utama dimiliki oleh para pengusaha. Adjie dan Winny menyebutkan, dengan terpisahnya 'dompet' pribadi dan bisnis, maka ini akan menyelamatkan kita dari kemungkinan buruk dalam berbisnis. Sebagian pebisnis yang kerap mencampurkan uang pribadinya dan uang untuk bisnis. Hal ini berdampak tak bagus loh untuk kesehatan finansial bisnismu.

"Pemisahan ini penting. Sebab akan ada banyak ttanggungan' yang berpotensi akan dibebankan pada kita, kalau tak melakukan pemisahan ini,” ujar Adjie.

3. Pembukuan Mendetail
Poin ini banyak dipaparkan oleh Winny, di mana pengusaha kerap melakukan pembukuan tanpa mendetail. Padahal, pembukuan mendetail pemasukan dan pengeluaran menurutnya sangatlah penting untuk kesehatan finansial bisnismu. Hal ini yang kemudian menjadi koreksinya dalam menjalankan bisnis di Jumma Kids.

"Awal saya bikin usaha pun seperti itu. Pembukuannya masih sangat sederhana. Tapi, makin ke sini ya memang perlu sistem untuk membuat pembukuan ini jadi lebih mendetail lagi,” ujar Winny.

4. Investor
Pemilihan investor juga menjadi salah satu aspek yang penting. Adjie maupun Winny sependapat, bahwasannya mesti ada titik tengah antara kualitas produk bisnis dan faktor untung-rugi bila kita bekerjasama dengan investor. 

Acara diskusi dan seminar ini juga terlaksana atas dukungan dari Bank BJB dan Hotel Moxy. Di tempat terpisah, General Manager Hotel Moxy Bandung I Wayan Raksa menyebutkan, gelaran workshop ini merupakan acara baik untuk pengusaha di Bandung agar lebih melek finansial.

"Dengan cap Bandung sebagai kota kreatif, saya harap acara ini bisa jadi tempat ngumpulnya para kreator dan pelaku bisnis kreatif untuk sama-sama memajukan industri kreatif di kita," ujar Wayan.

Adakah di antara kamu yang sedang berbisnis? Sudahkah kamu mempelajari bagaimana manajemen keuangan dalam bisnis yang kamu jalankan?

Foto: Rayhadi Shadiq/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler