Langkah Ridwan Kamil Sikapi Pandemi COVID-19

TemanBaik, virus corona atau COVID-19 sudah dinyatakan sebagai pandemi. Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengeluarkan pernyataan untuk menyikapi hal tersebut.

Pria yang akrab disapa Emil itu pun memberikan keterangan secara resmi di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, pada Minggu (15/3/2020) pagi. Total, ada 11 pernyataan yang disampaikan. Simak isi pernyataan lengkapnya yuk!

1. Menyikapi status pandemi global COVID-19, Pemerlntah Provinsi Jawa Barat memutuskan untuk melakukan percepatan penanganan dan pencegahah penyakit ini, mengingat serangan virus ini tak kenal batas negara, maka Jabar dengan jumlah penduduk lebih kurang 50 juta jiwa juga harus sigap dalam mengantisipasi. Apalagi juga dari 96 pasien positif COVID-19 di Indonesia, dua di antaranya balita.

2. Salah satu fokus yang akan dilakukan dengan melakukan pengujian spesimen penyebaran COVID-19, yakni pada orang terduga terinfeksi penyakit ini, juga pada mereka yang berisiko tertular atau yang melakukan kontak dengan pasien positif COVID-19.

3. Upaya ini ditempuh dengan mengerahkan segenap sumber daya yang ada, Jabar mempunyai alat dan tempat pengecekan dengan standar Bio Safety Level 2+, dalam hal ini UPTD Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jabar. Labkes Jabar berkoordinasi dengan Lab Mikrobiologi dan Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Pusat Penelitian Nanosains dan Nanoteknologi lnstitut Teknoiogi Bandung (ITB).

4. Dalam teknis pelaksanaan, spesimen yang diambil dari setiap sampel sebanyak 2 set spesimen. Untuk satu set spesimen akan dikirim ke Balitbangkes Kementerian Kesehatan, dan 1 set spesimen dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat untuk diperiksa. Laporan hasil pemeriksaan tetap akan disampaikan dan dikeluarkan oleh Public Health Emergency Operation Center (PHEOC).

5. Upaya pengujian spesimen ini sudah saya sampaikan kepada Presiden, dan kami bergerak tetap selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Langkah ini akan membantu dalam percepatan pengendalian penyebaran karena kalau hanya mengandalkan Balitbangkes Kementerian Kesehatan akan memakan waktu.

Baca Ini Juga Yuk: Ini Hal Penting dalam Manajemen Keuangan Saat Berbisnis

6. Pelacakan juga akan kami Iakukan, yang menjadi perhatian terkait pasca sebuah seminar di Bogor, tanggal 25-28 Februari 2020 karena dua orang perserta di antaranya di Solo, Jawa Tengah positif terinfeksi COVID-19, dan satu meninggal.

7. Penelusuran juga akan kami lakukan sehubungan pasca tablig akbar di Masjid Sri Petaling, Kuala Lumpur, Malaysia, tanggal 28 Februari 1 Maret 2020. Dalam tablig akbar ini ada peserta dari Jabar, hal ini perlu dilacak karena peserta warga Malaysia dan Brunei Darussalam juga positif COVID-19.

8. Saya juga mengeluarkan surat edaran untuk peningkatan kewaspadaan terhadap risiko penularan COVID-19 kepada seluruh OPD. Penyelenggaraan kegiatan yang berdampak pada pengumpulan massa, juga studi banding ke dalam, maupun luar negeri, seminar dan kegiatan sejenis lainnya supaya ditunda.

9. Kita harus bekerja ekstra keras dalam percepatan pengendalian COVID-19 ini, terutama untuk meninimalisir orang terinfeksi, maupun korban. Masyarakat juga tetap terlindungi. Semoga pandemi ini dapat cepat diatasi.

10. Saya telah mengetahui Surat Edaran yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah Kabupaten/Kota di Jawa Barat dan mendukung penuh kebijakan tersebut demi keselamatan masyarakat Jawa Barat tercinta.

11. Apabila kabupaten/ kota mengalami kendala teknis di lapangan dapat segera berkomunikasi ke provinsi, bantuan teknis akan diberikan, khususnya menyangkut alat-alat kesehatan.

Tak Ada Kegiatan Belajar di Sekolah Dua Minggu
Selain 11 poin di atas, salah satu langkah lain sebagai bentuk antisipasi adalah meliburkan kegiatan belajar mengajar di sekolah selama dua minggu ke depan. Tapi, bukan berarti kegiatan belajar benar-benar berhenti.

Metode pembelajaran dilakukan dengan jarak jauh melalui perantara gawai. Salah satu materi yang akan disampaikan kepada siswa pun adalah pengetahuan seputar COVID-19.

"Kurikulumnya, setengahnya dalam dua minggu itu tentang COVID-19 dengan interaktif, dengan teknologi. Jadi, anak-anak itu belajar di rumah mengerjakan PR tanya-jawab via handphone dengan gurunya. Sehingga, akhirnya anak-anak ini menjadi agen edukasi," kata Emil, sapaan Ridwan Kamil.

"Jadi, saya ulangi lagi, belajar di rumah bukan berarti libur. Untuk disiplin, belajar di rumah dengan tugas-tugas dan panduan dari guru yang sudah diatur kurikulumnya yang disediakan Kepala Dinas Pendidikan," jelasnya.

Ia pun mengapresiasi para kepala daerah se-Jawa Barat yang sejak kemarin sudah mengumumkan siswa belajar di rumah. Beberapa di antaranya adalah Bekasi, Karawang, Bandung, dan Depok.

"Hari ini dipertegas diumumkan oleh pemprov, sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dalam kewenangan kami, dan kami imbau perguruan tinggi juga untuk melakukan hal yang sama," ucapnya.

"Tapi, khusus untuk anak-anak yang sekolah akan menjadi agen-agen edukasi. Jadi, nanti hasil tugasnya akan dijadikan edukasi buat orangtuanya, juga buat tetangganya, dan teman-temannya di jaringan media sosial," tandas Emil.

Bandung - Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler