Ini Manfaat Senter untuk Mencegah Demam Berdarah

Bandung - TemanBaik, di tengah isu seputar virus corona alias COVID-19, ada penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang harusnya kamu waspadai. Di Jawa Barat saja, dalam kurun 2,5 bulan dari Januari hingga pertengahan Maret ini sudah ada 4.600 lebih kasus DBD dengan 16 di antaranya meninggal dunia.

Salah satu cara untuk mencegah terjangkitnya DBD adalah dengan membasmi tempat-tempat yang berpotensi jadi nyamuk bersarang dan berkembang biak. Caranya adalah menghambat perkembangbiakan jentik nyamuk yang biasanya bersarang di penampungan air atau benda lain yang di dalamnya terdapat genangan air.

Tapi, karena ukuran jentik nyamuk sangat kecil, mungkin kamu enggak sadar karena secara kasat mata enggak kelihatan. Ada solusinya kok, yaitu menggunakan senter. Dengan cara ini, kamu jadi kader jumantik alias juru pemantau jentik di rumah masing-masing.

"Menjadi jumantik itu enggak perlu dilatih. Cukup menggunakan senter untuk mendeteksi keberadaan jentik nyamuk. Pakai cahaya senter aja, lihat di tempat-tempat penampungan air, di vas bunga, selokan, sampai talang air," ujar Kepala Dinas Kesehatan Jawa Barat Berli Hamdani.


                                                                            Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Dengan cara ini, jentik nyamuk akan bisa kamu lihat dengan lebih jelas. Biasanya berukuran kecil, berwarna hitam, dan kerap bergerak. Jika kamu menemukan jentik nyamuk, segera bersihkan. Untuk air di tempat penampungan atau bak mandi misalnya, kamu bisa mengurasnya.

Jangan lupa, bersihkan dan sikat bagian dindingnya ya agar potensi terdapat telur nyamuk yang menempel bisa dihindari. Jika hanya menguras tanpa menyikat dindingnya, bisa jadi telur itu nantinya akan tetap berkembang menjadi jentik dan ujungnya 'sukses' menjadi nyamuk.

Baca Ini Juga Yuk: Langkah Ridwan Kamil Sikapi Pandemi COVID-19

Jika ternyata jumlah jentik nyamuk di sekitar rumahmu banyak, segera laporkan ke puskesmas terdekat ya. Sehingga, nanti petugas puskesmas akan datang ke rumahmu dan menentukan penanganan yang tepat, apakah cukup dikuras, menaburkan serbuk abate, atau tindakan lain.

Jangan Sepelekan Talang Air dan Sampah
Hal ini yang kerap tak disadari warga. Mereka mungkin rutin membersihkan tempat penampungan air, tapi talang air luput dari upaya pembersihan. Padahal, potensi talang air menjadi sarang nyamuk sangat besar loh TemanBaik.

Apalagi, sekarang sudah musim hujan kan. Air hujan bisa saja tergenang di talang air dan jadi tempat favorit nyamuk untuk berkembang biak. Karena itu, jika bersih-bersih rumah, jangan lupa membersihkan talang air ya.

Selain itu, ada hal lain yang juga kadang luput dari pemantauan dan pembersihan, yang dimaksud adalah tempat sampah. Sebab, bisa jadi di tempat sampah juga terdapat genangan air.

"Banyak yang enggak mengetahui kalau sampah bisa jadi media untuk tempat bersarang (dan berkembang biak) nyamuk," jelas Berli.

Jangan Menggantung Pakaian
TemanBaik, ketika sampai di rumah, kamu suka menggantung pakaian yang baru dipakai seharian enggak? Jika kamu suka melakukannya, sebaik mulai sekarang hindari ya. Sebab, baju bekas pakai biasanya jadi tempat favorit nyamuk untuk bersarang.

"Jangan menumpuk atau menggantung baju (yang sudah dipakai) terlalu lama. Karena nyamuk ini memang dia mencium bau dari keringat, makanya kalau kita keringatan baju kita akan didekati," kata Kepala Pusat Studi Statistik Stiker Ahmad Yani Cimahi Agus Riyanto.

Selain itu, ada hal lain yang sebaiknya kamu tingkatkan untuk mencegah DBD, yaitu dengan memakai lotion antinyamuk. Tapi, pemakaian lotion antinyamuk ini biasanya hanya dilakukan malam hari atau saat seseorang sudah kembali ke rumah.

Padahal, penggunaan lotion antinyamuk di saat marak kasus DBD seperti sekarang sangat dianjurkan tak hanya di dalam di rumah. Saat akan keluar rumah, lotion ini sebaiknya digunakan. Kenapa ya?

"Bisa jadi kita di rumah itu sudah bagus pemberantasan sarang nyamukna. Tapi, bisa jadi anggota keluarga itu terkena DBD di luar rumah, misalnya di sekolah atau tempat lain," jelas Agus


                                                                               Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id 


Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler