Cegah Corona Lewat Kuliah Online hingga Bikin Antiseptik Mandiri

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika Pengurus Besar (PB) Paguyuban Pasundan memiliki banyak sekolah dan kampus. Di Jawa Barat dan Banten, total ada 118 sekolah dari SD hinga SMA dan empat kampus. Kampus tersebut yaitu Universitas Pasundan, STIE Pasundan, STH Pasundan, dan STKIP Pasundan.

Jumlah siswa di seluruh sekolahnya mencapai 60 ribu orang. Sedangkan untuk kampus, total memiliki 22 ribu mahasiswa di Unpas, 7 ribu di STKIP, 4 ribu di STIE, dan sekitar 1.000 orang di STH.

Karena sedang marak isu seputar virus corona, beberapa langkah diambil. Tujuannya untuk meminimalisir adanya siswa, mahasiswa, dan orang-orang di lingkungan Paguyuban Pasundan yang terjangkit virus corona. Apa saja yang dilakukan?


                                                                               Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

1. Menyiapkan Buku Acuan
Saat ini, ada tim khusus yang dibentuk Paguyuban Pasundan untuk membuat buku acuan. Buku ini jadi patokan untuk melakukan berbagai kegiatan pencegahan dan penananganan virus corona di internal Paguyuban Pasundan dan seluruh unitnya selama dua bulan ke depan.

"Buku ini akan kami cetak dan disebarluaskan serta akan menjadi acuan bagi seluruh keluarga besar Paguyuban Pasundan," kata Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan di Kantor Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Senin (16/3/2020).

2. Sekolah dan Kuliah Online
Sesuai imbauan pemerintah, sekolah dan kampus diliburkan selama dua pekan ke depan mulai hari ini. Tapi, aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan. Caranya adalah melalui jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi.

"Kita telah memprogram pembelajaran secara daring melalui video conference dan e-learning," ucap Didi.

Dengan begitu, siswa akan mendapat pelajaran dan tetap mendapatkan tugas. Jadi, meski enggak bisa ke sekolah dan kampus, ilmu akan tetap diberikan.


3. Tunda Kunjungan
Seluruh unit di bawah Paguyuban Pasundan dilarang melakukan kegiatan kunjungan dari dan atau ke luar negeri. Kegiatan bersifat pengumpulan masa juga ditiadakan hinga isu seputar virus corona mereda.

Bahkan, mahasiswa asing dari berbagai negara juga tidak diperbolehkan pulang ke negara masing-masing untuk sementara. Sebab, dikhawatirkan mereka akan terjangkit corona baik di negaranya atau saat dalam perjalanan ke negaranya.

4. Bikin Antiseptic Mandiri
Karena memiliki kampus dengan fakultas teknik pangan dan fakultas kedokteran, Paguyuban Pasundan bakal membuat antiseptik secara mandiri, berupa hand sanitizer dan disinfektan. Sebab, kedua ini sekarang sedang sulit didapatkan di pasaran.

Saat ini, semua bahan baku sedang disiapkan. Sedangkan proses pembuatannya akan dilakukan mulai Selasa (17/3/2020). Setelah jadi, antiseptik itu akan disebar ke seluruh unit di bawah Paguyuban Pasundan.

Sehingga, setiap tempat akan memiliki hand sanitizer dan disinfektan untuk mensterilkan berbagai lokasi serta benda di lingkungan Paguyuban Pasundan. Cara pembuatan antiseptik ini pun akan disebarluaskan ke internal unit di bawah Paguyuban Pasundan agar yang berada di luar Bandung bisa membuatnya secara mandiri.

"Kita juga akan coba mengumpulkan dana dalam rangka membantu saudara-saudara kita yang kesulitan untuk mendapatkan masker. Masker akan diberikan ke internal kita yang enggak mampu (kesulitan membeli masker)," jelas Didi.

Foto: Ilustrasi Unsplash
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler