Semangat Bandung Lautan Api untuk Melawan Corona

Bandung - TemanBaik, tahu enggak jika hari ini, Selasa, 24 Maret 2020, diperingati sebagai peristiwa Bandung Lautan Api. Biasanya, setiap tahunnya puncak peringatan Bandung Lautan Api digelar pada 24 Maret dengan ditandai ziarah ke makam para pahlawan dan pawai obor.

Tapi, tahun ini, tak ada peringatan Bandung Lautan Api yang digelar Pemkot Bandung. Itu karena saat ini Pemkot Bandung melakukan pembatasan berbagai kegiatan yang berpotensi menghadirkan massa, termasuk upacara. Sama sekali tak ada kemeriahan apapun untuk mengenang peristiwa penuh sejarah tersebut.

Alasannya karena saat ini sedang terjadi pandemi virus corona atau COVID-19. Pembatasan aktivitas diharapkan bisa membuat penyebaran dan penularan virus corona bisa diminimalisir.

Singkatnya, Bandung Lautan Api adalah peristiwa kebakaran besar yang terjadi pada 23 Maret 1946 malam. Saat itu, Bandung dibumihanguskan untuk mencegah tentara NICA dan sekutu untuk menjadikan Bandung sebagai markas militernya. Saat itu, pertempuran besar pun terjadi di kawasan Dayeuhkolot yang kini secara administratif masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bandung.

Peristiwa ini akhirnya disebut sebagai Bandung Lautan Api. Bahkan, dari momentum ini lahir lagu perjuangan yang begitu epik, yaitu Halo-halo Bandung. Lagu ini pun menjadi lagu nasional

Baca Ini Juga Yuk: Efektifkah Masker Kain untuk Cegah Penularan Penyakit?


                                                                   Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Pelajaran Penting
Wali Kota Bandung Oded M. Danial menyebut ada hikmah besar di balik peristiwa Bandung Lautan Api. Pelajaran utamanya adalah kompaknya warga Bandung dalam mempertahankan wilayah dan melawan penjajahan. Saat itu, semua warga Bandung bersatu tanpa memandang berbagai perbedaan yang ada. Semuanya bersatu atas nama perjuangan dan kecintaannya terhadap Bandung.

"Dulu warga Kota Bandung dengan taat aturannya kepada pusat, pusat memerintahkan untuk mundur ke selatan dan di selatan itu mereka juga membuat sebuah sejarah yang sangat luar biasa, mereka membumihanguskan Bandung Selatan itu dengan konsep Bandung Lautan Api," kata Oded.

Ia pun berharap kekompakkan serupa kembali diperlihatkan warga Kota Bandung saat ini, terutama di tengah pandemi virus corona. Apa sih hubungannya antara Bandung Lautan Api dengan virus corona?

Intinya, dulu warga Bandung berbondong-bondong dan begitu kompak meninggalkan Bandung dan membakarnya. Tapi, bukan berarti kamu kini harus melakukannya juga ya TemanBaik. Yang harus kamu tiru tentu adalah semangat kebersamaannya.

"Saya berharap Bandung Lautan Api ini menjadi sebuah momentum bagi kita untuk diterapkan hari ini, mari kita membumihanguskan pandangan-pandangan yang berbeda, mari kita bersama-sama fokus bertempur dengan virus yang namanya COVID-19 ini," ajak Oded.

Caranya, warga Bandung diimbau untuk mengikuti berbagai imbauan yang disampaikan pemerintah untuk mengatasi penyebaran dan penularan COVID-19. Mulai dari mengurangi aktivitas di luar rumah, menjaga jarak dengan orang lain, hindari salat berjamaah jika ada yang sedang sakit, hingga yang paling penting menjalankan pola hidup bersih dan sehat (PHBD).

"Tapi, tentu saja kita tidak bisa lepas dari dua hal, yaitu ikhtiar optimal, doa maksimal. Saya mengajak semua warga Bandung untuk tetap berikhtiar (mencegah corona) dan optimal berdoa kepada Allah SWT," tutur Oded.

Menurutnya, saat ini salah satu langkah penting yang perlu dilakukan adalah dengan lebih banyak diam di rumah. Hal ini jauh lebih ringan daripada harus membumihanguskan Bandung seperti 74 tahun lalu. Gerakan #DiRumahAja pun jadi solusi paling realistis dan bisa dilakukan banyak orang.

Foto: Djuli Pamungkas/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler