Pemkot Malang Produksi Bilik "Sikat Corona"

Malang - Untuk menghadapi penyebaran coronavirus disease (COVID-19), Pemerintah Kota Malang membuat inovasi unik yang diberi nama bilik "Sikat Corona" (Sico). Sico ini didesain berbentuk seperti bilik yang berfungsi untuk mensterilkan orang dengan cara menyemprotkan uap disinfektan pada manusia.

Inovasi ini dibuat berawal dari permintaan Wali Kota Malang Sutiaji untuk membuat alat yang bisa dimanfaatkan untuk mematikan bakteri di perkantoran-perkantoran maupun ruang publik. Permintaan itu ditujukan kepada Tim Percepatan Pembangunan yang berasal dari Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) dan dipimpin oleh Prof Dr. M Bisri.

Merasa dibutuhkan, permintaan tersebut kemudian direalisasikan oleh mahasiswa FT UB. Sementara cairannya disiapkan oleh Dinas Kesehatan Kota Malang. Orang yang akan memasuki ruangan atau bilik ini, sebelumnya harus di tes suhu badannya dan jika ada dibatas aman atau tidak lebih dari 37,5 derajat celsius, maka bisa langsung masuk.

Setelah di dalam bilik, petugas akan menekan tombol dan kemudian akan muncul cairan halus yang menyembur. Sementara pengguna yang berada dalam bilik diharuskan berputar beberapa kali dengan posisi kedua tangan diangkat.

Menurut dosen pembimbing mahasiswa teknik UB yang membuat alat ini, Sugiharto, alat yang dibuat selama dua hari ini akan memberi rasa aman bagi seseorang di tengah merebaknya virus COVID-19.

Ia mengatakan bahwa cara semacam ini juga telah dilakukan di sejumlah negara lain seperti Vietnam dan Singapura. Hal ini terbukti efektif untuk mengurangi merebaknya virus COVID-19. Untuk membuat alat ini, setidaknya membutuhkan biaya sekitar Rp 2 juta per unit. Pihak Pemerintah Kota Malang sendiri telah memproduksinya secara massal dan akan ditempatkan di beberapa instansi yang tingkat mobilitasnya tinggi.

Baca Ini Juga Yuk: Mengenang Ibu Jokowi dan Kebaikan yang Ditanamkannya

Pada tahap awal, bilik Sico ini diproduksi 50 unit dan dipasang 20 unit di titik-titik keramaian dan pelayanan di Kota Malang. Keberadaan bilik Sico ini pun kemudian juga dilirik oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Pun demikian dengan Polda Jatim mengajukan 3 (tiga) unit, baru bisa kita penuhi 1 (satu) unit. Itu pun sudah kami konsultasikan dengan Pak Wali Kota," kata Ketua Tim Percepatan Pembangunan yang berasal dari FTUB, Prof Dr. M Bisri.

Sementara itu, Walikota Malang Sutiaji juga menyampaikan apresiasi positif atas pemanfaatan bilik SiCo di Pemprov Jatim.

"Kita harus bergerak bersama sama untuk penanganan Covid-19. Jadi bilik SiCo tentu selama memang dibutuhkan maka kita dorong untuk bisa dimanfaatkan di luar Malang juga. Bagaimana teknisnya, itu secara langsung dengan tim Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, yang juga di-back-up sepenuhnya oleh Prof Bisri," kata Sutiaji.

"Ayo kita bangun kesadaran ini, karena dari kedisiplinan bersama, kita mampu perangi Covid-19," pungkasnya.

Foto: dok. Pemkot Malang

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler