3 Program Pemerintah Ini Bantu UKM Tetap Hidup Saat Krisis

Bandung - Ada berita baik buat TemanBaik pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Kementerian Koperasi dan UMKM memiliki program untuk membantu pelaku UMKM yang terdampak situasi saat ini akibat virus corona. Beberapa langkah juga disiapkan untuk membantu pelaku UMKM. 

"Kata kuncinya adalah relaksasi, insentif, dan stimulus," ujar Staf Khusus Menteri Koperasi dan UMKM Fiki Satari kepada BeritaBaik.id, Kamis (26/3/2020).

Seperti apa sih tiga program yang dimaksud tersebut? Simak ulasan lengkapnya yuk!

1. Relaksasi Kredit
Bagi pelaku UMKM yang terdampak usahanya akibat virus corona, pemerintah akan memberikan bantuan. Mereka yang memiliki cicilan ke bank atau industri keuangan nonbank, akan diberikan penundaan cicilan sampai satu tahun dan penurunan bunga. Besarannya sendiri adalah bagi yang memiliki kredit ke bank maksimal Rp10 miliar dan Rp25 juta bagi pinjaman ke institusi nonbank.

Dengan cara ini, bank maupun industri keuangan nonbank diharapkan akan bisa tetap berjalan normal. Seperti yang disampaikan Presiden dalam pidatonya kemarin, pelaku UMKM yang terdampak virus corona bisa menunda pembayaran kreditnya.

Tapi, ini bukan berarti kredit itu lunas ya. Pengaju kredit atau debitur tetap harus membayar kreditnya seperti biasa. Tapi, pembayarannya dilakukan setelah kondisi seperti saat ini berakhir. Catatannya, tidak semua pelaku UMKM mendapatkan relaksasi kredit ini. Hanya yang terdampak saja yang mendapatkannya.

Secara teknis, hal ini masih dibahas pemerintah oleh instansi terkait. Sehingga, yang mendapatkan relaksasi kredit ini adalah memang pelaku UMKM terdampak virus corona. Sebab, bukan hal mudah menjalankan program ini. Apalagi, dana yang akan dikeluarkan pemerintah pasti sangat besar untuk memberi keringanan bagi pelaku UMKM dan menjaga bank serta industri keuangan nonbank pemberi kredit bisa tetap berjalan normal.

"Mungkin ini dilihatnya sederhana gitu ya. Tapi, sebetulnya sangat rigid, dibutuhkan kepresisian data serta protokol yang tepat," ucap Fiki.

Harapannya, program ini jangan sampai dimanfaatkan pihak tertentu. Sehingga, berbagai aturan dan teknisnya sedang digeber pembahasannya. Dengan begitu, saat program ini berjalan, tujuan besar yang ingin dicapai bisa terwujud.

2. Insentif
Usulan program berikutnya adalah insentif bagi para pelaku UMKM terdampak virus corona. Program ini seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk pelaku usaha mikro dan ultramikro. Bantuan ini berupa bantuan tunai yang diperuntukkan untuk membeli bahan kebutuhan pokok.

Melalui program ini, pemerintah bersama BUMN terkait juga berharap dapat memastikan ketersediaan logistik bahan kebutuhan pokok terpenuhi di pasaran. Program ini juga akan memberdayakan warung-warung yang ada. Mereka akan didorong untuk menyediakan bahan kebutuhan pokok masyarakat, tapi pemesanan dan transaksi dilakukan secara digital dan ada layanan delivery service.

"Kita dorong yang namanya gerakan sosial Belanja di Warung Terdekat. Tapi, warung terdekatnya kita dorong juga untuk bisa mengaktifkan delivery service-nya. Bisa dengan yang tergabung misal ada komunitas digital terkait dengan warung, contoh ada Warung Pintar, Grab Kios, SRC, Bukalapak, dan lain-lain," jelas Fiki.

Dengan cara ini, pelaku UMKM akan tetap terjaga usahanya alias kegiatan ekonomi tetap bergerak. Di sisi lain, masyarakat yang akan menjadi konsumen juga bisa tetap menjalankan gerakan #DiRumahAja. Intinya, mereka bisa berbelanja kebutuhan pokok tanpa harus keluar rumah.

"Betul. Jadi, sistem pemesanan dan antarnya itu melalui platform digital. Nah, pemerintah ngapain? Pemerintah memastikan bahan bakunya terdistribusi ke warung-warung tersebut yang sebelumnya sudah didata serta diverifikasi dan dengan harga yang normal. Karena dengan kondisi begini kita kan harus dijagain betul (agar semuanya berjalan normal)," tutur Fiki.

Baca Ini Juga Yuk: Pemkot Malang Produksi Bilik "Sikat Corona"

3. Stimulus
Program yang sedang diusulkan ini juga bertujuan untuk membuat aktivitas perekonomian tetap berjalan, terutama yang melibatkan UMKM. Nama programnya adalah Stimulus Peningkatan Daya Beli Produk Usaha Kecil Menengah.

Lewat program ini, akan ada voucher diskon yang bisa dibelanjakan melalui jaringan e-commerce. Sehingga, orang akan berbelanja dengan mendapat keringanan potongan harga. Di sisi lain, pelaku UMKM akan tetap berjalan kegiatan usahanya.

"Seperti yang disampaikan Pak Menteri Teten, poinnya adalah agar si produk ini bisa tetap (berjalan jual-belinya). Jadi, ini semacam pembagian voucher diskon secara digital, bekerja sama dengan e-commerce di Indonesia. Istilahnya untuk lebih memberikan diskon, tapi diberikan biayanya (untuk voucher diskon) dari pemerintah, kurang-lebih gitu," jelas Fiki.

Program ini diharapkan berjalan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah di saat kondisi krisis seperti sekarang. Tahap kedua, pelaksanaannya diharapkan bisa dilakukan setelah masa krisis terkait virus corona selesai.

Dalam program ini, voucher diskon yang akan diberikan tidak untuk berbelanja semua barang. Tapi, yang diprioritaskan adalah untuk produk-produk kebutuhan pokok, terutama untuk di tahap pertama.

Kapan Direalisasikan?
Menurut Fiki, berbagai program itu saat ini terus dilakukan pembahasan oleh berbagai pihak terkait. Secara teknis dan detail, program itu diharapkan tepat sasaran. Apalagi, bukan hal mudah mengalokasikan anggaran untuk ketiga program tersebut. Hitungan anggaran pun mesti presisi.

"Secepatnya (diharapkan segera berjalan), semua dalam progress. Presiden juga minta menteri-menterinya full kerja untuk memastikan program relaksasi, stimulus, dan insentif ini untuk menjaga (perekonomian)," ucap Fiki.

Tapi, ia menegaskan ketiga usulan program itu tidak berlaku secara nasional. Program ini nantinya hanya akan digulirkan ke daerah yang terdampak virus corona, terutama pelaku UMKM-nya.

"Ini fokus untuk pelaku usaha mikro ultramikro kecil menengah di wilayah terdampak. Jadi enggak berlaku nasional, tapi hanya di tempat yang terdampak," pungkas Fiki.

Foto: dok. Fiki Satari


Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler