Dukung Earth Hour, Malam Ini Matikan Lampu Selama 60 Menit Yuk!

Bandung - TemanBaik, mungkin kita sudah tak asing dengan gerakan menyayangi bumi dengan memadamkan liampu dan peralatan elektronik atau dikenal dengan mode switch-off. Kampanye global bernama Earth World yang mulanya digelar pada tahun 2007 tersebut pada hari ini nampaknya sudah menjadi salah satu gerakan akar rumput terbesar di dunia.

Tiap tahun, dalam rangka menyambut Hari Bumi di bulan April, Earth Hour di akhir Maret digaungkan untuk mengangkat suara dan komitmen individu, pemerintah, pebisnis, dan organisasi mengenai isu-isu lingkungan.

Pada edisi 2020, Earth Hour bersama seluruh penduduk dunia sedang berhadapan melawan pandemi global virus corona. Melalui keterangan resmi yang diterima Beritabaik.id, di tengah perjuangan melawan krisis kesehatan akibat wabah virus Covid-19, Indonesia bersama lebih dari 180 negara lainnya tetap melaksanakan peringatan Earth Hour dengan mengadakan ragam kegiatan virtual dalam jaringan (daring/online) bertajuk “Earth Hour di Rumah”.

Pada kesempatan kali ini, peringatan Earth Hour yang dilaksanakan serentak di 33 kota di Indonesia akan dilakukan melalui aplikasi Instagram dengan fitur Instagram Live di akun @ehindonesia pada Sabtu, (28/3/2020) pada pukul 20.30 - 21.30 waktu setempat.

Kondisi alam yang terus terdegradasi saat ini menuju pada tingkat yang mengkhawatirkan. Hal ini mendorong kampanye Earth Hour 2020 berfokus pada pentingnya menekan laju penurunan keanekaragaman hayati demi kesehatan bumi dan kesejahteraan mahluk hidup di dalamnya.

Terlebih karena tahun ini akan ada setidaknya tiga pertemuan tingkat global membahas alam dan lingkungan yang akan mempengaruhi para pemimpin dunia dalam mengambil keputusan dan langkah penting untuk keanekaragaman hayati, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Senada dengan itu, Earth Hour tahun ini tak hanya melakukan kegiatan ‘switch-off’ selama 60 menit saja, tapi juga memfasilitasi masyarakat untuk menyuarakan harapan dan komitmennya melalui pengumpulan suara secara daring di https://www.wwf.id/voice-planet berjudul “Voice for the Planet”.

Tiap individu dapat memilih satu atau lebih isu-isu lingkungan yang dianggap sangat mendesak yaitu sampah plastik; transportasi dan energi; satwa liar dan hutan; serta air dan pangan. Suara masyarakat yang terhimpun diharapkan dapat menjadi basis dan fokus kerja bagi pemimpin negara dan pembuat keputusan, pemimpin perusahaan, lembaga, serta organisasi dalam merespon berbagai isu lingkungan.

 “Kami sangat prihatin dan berduka dengan adanya wabah virus corona di dunia dan di Indonesia. Selain terus berjuang bersama tenaga kesehatan untuk melawan Covid-19 ini, kita juga wajib memaknai musibah ini sebagai pengingat bahwa ketidakseimbangan dan kesehatan bumi kita sudah dalam kondisi sangat memprihatinkan. Tempat tinggal kita ini hanya satu, kita harus serius menyelamatkannya. Melalui partisipasi masyarakat di kegiatan Earth Hour ini, serta peran serta individu melalui platform “Voice for the Planet”, berarti kita sudah membantu pemimpin negara dan dunia untuk dapat menghasilkan keputusan yang mendukung perbaikan kesehatan dan pelestarian bumi serta mewujudkan kesejahteraan untuk seluruh mahluk hidup,” ujar Acting CEO WWF-Indonesia, Lukas Adhyakso.

Di sisi lain, relawan Komunitas Earth Hour Indonesia Renny Widyanti mengatakan Earth Hour adalah sesuatu yang baginya berlaku setiap jam, setiap hari, sepanjang tahun. Ia juga menilai bahwa tekad bersatu untuk melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia dan merawat planet Bumi belum pernah sebesar saat ini. Hal tersebut merujuk pada momen Earth Hour 2020 yang diselenggarakan di tengah perang melawan pandemi global virus corona.

Ia juga menyebutkan, sebagai warga bumi kita harus menjaga momentum ini dan berusaha untuk berkontribusi nyata sebagai generasi muda, kendati penyebaran virus Covid-19 memaksa kita untuk menghindari pertemuan publik secara massif dan terbuka, sehingga perkumpulan secara virtual malam nanti dianggapnya mampu memperbarui komitmen untuk planet Bumi.

“Kita harus saling menjaga rumah satu-satunya yang kita miliki. Mari bergabung bersama saya dan jutaan orang di seluruh dunia untuk menjadikan Earth Hour ini sebagai momen solidaritas kita. Mari angkat suara kolektif kita untuk memastikan masa depan bumi yang lebih bersih, sehat, aman, adil hijau, lestari dan berkelanjutan," ujarnya.

Sebagai informasi tambahan, sejak pertama diinisiasi oleh WWF-Indonesia di Indonesia tahun 2009, pelaksanaan Earth Hour telah didukung oleh mitra di 128 kota dan digerakkan oleh 2.000 relawan aktif yang tersebar di 33 kota, serta didukung oleh 2 juta warganet melalui aktivasi digital. Sejak tahun 2014 sampai dengan 2019, WWF-Indonesia dan komunitas Earth Hour terlibat aktif dalam menginisiasi program konservasi dan telah melakukan transplantasi terumbu karang sebanyak 1.460 pada 5 titik lokasi di Bali dan pembibitan serta penanaman mangrove sebanyak 13.110 bibit di 6 wilayah yaitu: Bali, Surabaya, Balikpapan, Aceh, Tangerang, dan Serang.

Pada pelaksaan Earth Hour 2020 di Indonesia, WWF-Indonesia dan Komunitas Earth Hour di 33 kota akan berfokus pada empat isu utama, yaitu membangun kolaborasi untuk kampanye mengurangi sampah plastik di lautan, mempromosikan kampanye hemat energi serta energi baru terbarukan, menginisiasi komitmen anak muda untuk program pembangunan kesadaran konsumen akan pola konsumsi yang berkelanjutan, serta menggerakkan kampanye pembangunan kesadaran terkait keanekaragaman hayati dan anti perdagangan illegal satwa liar yang dilindungi di seluruh Indonesia.

TemanBaik, yuk mulai dari sekarang kita cintai bumi kita. Sebab planet ini adalah satu-satunya tempat tinggal yang kita miliki untuk saat ini.


Foto: dok. Earth Hour/WWF

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler