Kebun Raya Bogor Bersiap Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Bogor - TemanBaik tentu tahu dong dengan Kebun Raya Bogor? Kalaupun belum pernah ke sana, minimal kamu pasti pernah mendengar namanya dan banyak aneka tumbuhan di sana. Kebun Raya Bogor sendiri berada di bawah pengelolaan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Tapi, TemanBaik tahu enggak jika Kebun Raya Bogor sedang diusulkan untuk ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) UNESCO? Upaya ini sudah dilakukan beberapa tahun lalu.

"Inisiasi pengusulan ini sudah dimulai sejak 2017. Kebun Raya Bogor kemudian resmi terdaftar di 'Tentative List UNESCO World Heritage Site' pada tanggal 26 April 2020," kata Kepala Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya LIPI R Hendriana di laman resmi LIPI.

Saat ini, beberapa persyaratan sedang berusaha dipenuhi oleh LIPI agar Kebun Raya Bogor menyandang status Situs Warisan Dunia UNESCO. Tahun ini, diharapkan status itu sudah bisa didapatkan.

"Saat ini beberapa persyaratan masih kita lengkapi. Kita targetkan bulan September tahun ini Kebun Raya Bogor bisa terdaftar sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO," ungkap Hendriana.
Selain itu, berbagai dukungan dari berbagai pihak juga sedang digalang, salah satunya kepada Pemkot Bogor. Sinyal positif pun didapat. Wali Kota Bogor Bima Arya bahkan punya harapan besar terhadap Kebun Raya Bogor.

Ia berharap Kebun Raya Bogor adalah bagian dari masterplan identitas Kota Bogor sebagai heritage city, green city, dan smart city. "Kita harapkan Kebun Raya Bogor menjadi titik temu antara kegiatan penelitian dan konservasi dengan aktivitas turisme yang tidak lagi masif, tapi semakin terspesialisasi," jelas Bima.

Ia juga mengapresiasi berbagai langkah yang sudah dilakukan LIPI untuk membenahi Kebun Raya Bogor, terutama dalam perbaikan layanan dan fasilitas. "Saya senang dalam beberapa bulan ini ada perbaikan dan pengembangan fasilitas di Kebun Raya Bogor," ucapnya.

Jejak Sejarah yang Panjang
Kebun Raya Bogor sendiri berdiri pada 18 Mei 1817 silam. Lokasi ini berkembang dari sebuah tempat aklimatisasi tumbuhan tropika menjadi pusat riset botani tropika dunia. Bahkan, lokasi ini menjadi cikal-bakal berdirinya berbagai lembaga penelitian di Indonesia.

"Kebun Raya Bogor secara institusional menjadi penarik berdirinya lemba-lembaga ilmiah di Indonesia," kata Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono.

Ia juga memandang Kebun Raya Bogor punya sumbangsih besar dalam upaya meredam laju pemanasan global. Sehingga, pengembangan Kebun Raya Bogor harus dilihat sebagai aspek konservasi.

Koleksi di Kebun Raya Bogor pun sangat beragam dan tentunya banyak. Sebanyak 90 persen flora hutan tropis kawasan fitogeografi Malesia yang mewakili kawasan Indonesia, Malaysia, Brunei, Timor Leste, Filipina, dan Papua Nugini sudah dikoleksi di sini. Bahkan, ada fakta lain yang tak kalah penting dan hebat loh.

"Kebun Raya Bogor tempat kopi pertama kali diteliti dan disebarluaskan, juga teh, kina, dan kelapa sawit. Sayur dan buah dari Eropa pertama kali diteliti di Kebun Raya Bogor lalu diujicoba di Ciawi dan Cibodas, dan disebarluaskan," jelas Eko Baroto Waluyo, profesor priset di bidang etnobiologi.

Foto: dok. lipi.go.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler