Jangan Dulu Mudik, Kamu Harus Pertimbangkan Ini

Bandung - TemanBaik, di tengah kondisi pandemi virus corona atau COVID-19 saat ini, sebaiknya kamu menahan diri untuk mudik alias pulang kampung ya. Beberapa pihak pun sudah menganjurkannya. Bahkan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah mengeluarkan maklumat larangan mudik.

Ada lima poin dalam maklumatnya. Pertama, dilarang mudik ke kampung halaman di tengah pandemi COVID-19. Kedua, barangsiapa memaksa mudik, maka akan otomatis berstatus ODP (Orang Dalam Pemantauan). Ketiga, jika berstatus ODP, maka harus isolasi diri selama 14 hari.

Keempat, kepolisian Jawa Barat akan mengambil tindakan hukum jika status ODP tidak melakukan isolasi diri. Kelima, RT/RW wajib melaporkan kedatangan ODP ke kepolisian setempat.

Beberapa kepala daerah lain juga mengeluarkan imbauan dengan poin hampir serupa, contohnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Bahkan, beberapa daerah sudah ada yang menerapkan skema lockdown wilayah. Sehingga, warga luar tidak masuk ke daerah tersebut, begitu juga sebaliknya, warga setempat tak bisa keluar daerahnya.

Harus Berpikir Jernih
Imbauan hingga maklumat untuk tidak mudik itu harus disikapi dengan bijak ya TemanBaik. Bukan semata-mata melarang kok. Ini justru demi kebaikan kamu dan semua orang. Kenapa?

Sebab, kamu enggak pernah tahu apakah dalam perjalanan kamu terjangkit virus corona atau tidak. Celakanya jika kamu terjangkit dan tak menyadarinya karena tak menimbulkan gejala. Di saat yang sama, kamu justru tanpa sadar menularkannya pada orang lain, terutama keluarga dan warga di kampung halaman.

"Harus dipahami ya, anjuran atau imbauan itu untuk kebaikan, demi kemaslahatan semuanya," ujar Sekretaris Umum MUI Jawa Barat Rafani Achyar kepada BeritaBaik.id, Minggu (29/3/2020).

Menurutnya, anjuran dari pemerintah untuk melakukan social distancing juga jadi cara untuk menghindarkan penyebaran dan penularan virus corona. Begitu juga dengan berbagai imbauan lainnya.

Tapi, secara khusus ia menekankan sepakat jika mudik tak perlu dilakukan selama pandemi virus corona belum berakhir. Yang paling sempit, jika sayang dengan anggota keluarga dan diri sendiri, sebaiknya jangan mudik deh. Sebab, potensi tertular corona dan kembali menyebarkannya justru sangat besar.

"Mudik itu kan untuk bersilaturahmi, tapi kan risikonya berat, maka kita harus pikirkan risikonya dulu. Toh, mudik kan bisa dilakukan tahun depan atau setelah kondisi ini berakhir," tutur Rafani.

Tak Ada Mudik Gratis
Demi mencegah adanya kerumunan massa, program Mudik Gratis yang biasanya digelar Kementerian Perhubungan juga dibatalkan. Dengan cara ini, pemudik yang sebelumnya sudah mendaftarkan diri diharapkan sabar dan memahaminya.

Di Kabupaten Bandung misalnya, kuota pendaftar mudik gratis sudah lebih dari 700 orang alias hampir penuh. Pemberitahuan pun sudah disampaikan Dishub Kabupaten Bandung agar pemudik tahu soal kebijakan pembatalan tersebut. Imbauan secara umum pun akan terus dilakukan agar secara umum warga menahan diri untuk tidak mudik.

"Kami tidak akan bosan dan terus melakukan imbauan-imbauan agar mereka tidak mudik jika mereka sayang kepada keluarga mereka di kampung halaman sana," ucap Kepala Seksi Angkutan Orang Berbasis Jalan Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo saat dihubungi terpisah.



Pencerahan dari Menteri Agama
Masih belum matang untuk membatalkan rencana mudikmu tahun ini? Menteri Agama Fachrul Razi memberi pencerahan nih TemanBaik. Mudik menurutnya berpotensi membuat virus corona semakin menyebar luas.

"Kita tinggal di sebuah kota, misal Jakarta, yang sudah banyak terpapar COVID-19. Mungkin tidak tidak kena karena punya kekebalan tubuh lebih baik atau kondisi badan kita sedang tidak sehat. Tapi, kalau kita mudik ke kampung, maka benih-benih (virus) yang ada di kita yang tidak membuat kita sakit, kita bawa ke kampung," jelas Fachrul.

Tanpa sadar, virus itu akhirnya akan tersebar di kampung halaman seseorang. Sehingga, niat baik untuk bersilaturahmi dengan orang-orang di kampung halaman justru akan menjadi hal tak baik.

"Jadi, kalau tadinya niat kita memberikan manfaat, kita pulang yang ada justru memberikan mudarat, semua smenjadi sakit, orang tua kita sakit, dan sebagainya," tuturnya.

Ia pun menegaskan bahwa setiap agama mengajarkan kebaikan dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Kuasa. "Tapi juga penting menggunakan akal sehat (untuk mencegah penyebaran dan penularan virus corona)," ucap Fachrul.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler