Atasi Kelangkaan, Sejumlah Perusahaan Tekstil Produksi Masker

Bandung - TemanBaik, sejak pandemi global virus corona menyebar di Indonesia, Alat Pelindung Diri dan masker mendadak jadi barang langka. Selain sulit ditemukan, harga masker yang rata-rata dibanderol Rp.50.000 untuk satu dus berisi 50 lembar melonjak hingga sepuluh kali lipat. Menanggapi peristiwa tersebut, sejumlah produsen bergegas mencari alternatif guna memenuhi ketersediaan masker sebagai Alat Pelindung Diri bagi TemanBaik masih harus bekerja dari luar rumah.

Beberapa produsen tersebut merasa perlu adanya stok masker non-medis agar ketersediaan masker yang terbatas saat ini dapat dialokasikan untuk para petugas medis, yang justru punya urgensi tingkat tinggi untuk mengenakan Alat Pelindung Diri tersebut.

Dari berbagai sumber, Beritabaik.id menghimpun beberapa produsen yang belakangan membuat dan mendistribusikan masker di tengah kelangkaan:

Batik Keris Luncurkan Produk Masker Non Medis
Batik Keris yang dikenal sebagai produsen fesyen batik melalui akun Instagram resminya mengumumkan bahwa mereka menyiapkan masker non medis untuk menjawab solusi kelangkaan ini. Masker non medis berbahan kain katun ini nyaman dan aman digunakan karena terdiri dari tiga lapis kain. Selain itu, di tengah-tengah bagiannya terdapat ruang yang bisa disisipkan tisu dan bisa diganti.

Masker non medis ini bisa dicuci dan digunakan ulang setelah seharian digunakan beraktivitas di luar. Satu unit masker dibanderol dengan harga Rp.6000. Namun untuk membelinya, ada batas minimum pemesanan yakni sebanyak 300 buah masker non-medis.

Sritex Buat Masker Non Medis dan Alat Pelindung Diri
Salah satu perusahaan tekstil di Surakarta, PT. Sri Rezeki Isman (Sritex) belakangan ini mengumumkan pabriknya telah membuat produk masker non-medis berbahan kain. Masker dua lapis berbahan antimicrobial dan antiair ini dapat dicuci tanpa pemutih dengan suhu 40 derajat Celcius dan disetrika dengan suhu medium untuk kemudian dipakai ulang.

Melansir dari laman indonesia.go.id, Corporate Communications Sritex Joy Citradewi mengatakan, pabrik mereka yang berpusat di Solo, Jawa Tengah, telah memulai produksi masker non medis ini dengan kemampuan sebanyak 20.000 lembar per hari untuk memenuhi kebutuhan beberapa pihak termasuk BNPB. Meski tak menyebut berapa volume masker yang telah diproduksi, dia mengaku pihaknya membatasi pemesanan.

Joy mengatakan pihaknya sengaja mengkhususkan pembuatan masker non medis agar di tengah situasi ini masyarakat tidak berebut stok masker dengan pekerja medis. Ia berharap dengan adanya masker khusus non medis ini, stok masker medis dapat dialokasikan kepada pekerja medis atau bidang sejenisnya yang sebagai prioritas utama.

“Seperti yang kita tahu masker medis saat ini kekurangan suplai sehingga rumah sakit kesulitan untuk mendapatkan stok masker yang cukup,” katanya.

Sritex tak hanya memproduksi masker non medis saja, tetapi juga memproduksi Alat Pelindung Diri (APD) dengan harga terjangkau, yakni Rp.1.000.000 dengan pembelian minimal 10 unit.

Untuk membuat pakaian APD itu, Joy mengatakan, perseroan relatif tak kesulitan untuk mendapat bahan baku. Sebab, bahannya diproduksi sendiri oleh perseroan yang selama ini dikenal sebagai produsen tekstil, khususnya untuk keperluan militer dalam negeri dan dunia.

“Kami produksi in house, karena integrasi tekstil kami memadai untuk itu,” kata Joy.

Baca Ini Juga Yuk: Simak Nih! Pesan dari Dua Mantan Pasien Virus Corona

Duniatex Siapkan Masker Non Medis
Masih dari Solo, perusahaan tekstil juga mempersiapkan produk masker non medis untuk pelindung diri TemanBaik yang beraktivitas di luar rumah. Produksi tersebut digarap oleh PT. Delta Dunia Sandang selaku produsen Duniatex.

Satu paket masker non medis di Duniatex dibanderol seharga Rp.275.000. Masker non medis produksi Dunatex ini berbahan dasar kain yang bisa kamu cuci ulang setelah digunakan.

Sinarmas Group Siapkan 1,8 Juta Masker Medis
Sementara itu perusahaan Sinarmas Group menggandeng beberapa pihak untuk memproduksi masker medis yang bisa digunakan sebagai Alat Pelindung Diri. Sebanyak 1,8 juta masker medis akan diproduksi oleh PT The Univenus, anak usaha Asia Pulp & Paper (APP). The Univenus selama ini juga dikenal sebagai produsen kertas tisu.

Managing Director Sinarmas Group Gandi Sulistiyanto dalam keterangan resminya menyebutkan, produksi masker akan dimulai pada minggu ketiga April di pabrik mereka yang berada di Cikupa. Sekarang, pihaknya masih menunggu pengiriman mesin produksi dari Tiongkok sekaligus mengurus proses perizinan produksi kepada Kementerian Kesehatan.

TemanBaik, saat ini keberadaan masker memang sangat penting sebagai alat pelindung diri bagi kita saat terpaksa harus beraktivitas dari luar rumah. Namun, yang lebih penting lagi adalah kesadaran dari dalam diri kita untuk senantiasa tidak melakukan panic buying dalam menyikapi kelangkaan masker. Sebab ada beberapa saudara-saudara kita, para tim medis yang sedang berjuang di Rumah Sakit. Merekalah yang idealnya jadi prioritas utama untuk mendapatkan masker.

Sementara itu untuk TemanBaik yang bisa beraktivitas #DiRumahAja, sebisa mungkin yuk kita sama-sama cegah penyebaran virus corona dengan tetap tinggal di rumah sampai wabah ini pergi.

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler