Ini Pesan dari Kepala Daerah yang Terjangkit Corona

Bandung - TemanBaik, jumlah orang yang terjangkit virus corona alias COVID-19 memang semakin hari bertambah banyak. Hal itu jelas membuat warga memiliki kekhawatiran tersendiri. Berbagai langkah antisipasi pun dilakukan, salah satunya menjalankan social distancing dan physical distancing melalui gerakan #DiRumahAja.

Wajar jika publik khawatir terhadap virus corona. Sebab, virus ini enggak pilih-pilih orang untuk dijangkiti. Selain orang biasa, para pejabat, artis, hingga pesepakbola pun sudah ada yang dinyatakan positif terjangkit corona. Siapa saja mereka?

Salah satu yang cukup hangat diperbincangkan adalah tiga kepala daerah di Jawa Barat  yang terjangkit corona. Siapa saja mereka?


                                                                    Foto: dok. www.instagram.com/@bimaaryasugiarto

1. Wali Kota Bogor

Wali Kota Bogor Bima Arya mengumumkan dirinya terjangkit virus corona pada 20 Maret 2020 melalui akun Instagram @bimaaryasugiarto. Ia jadi kepala daerah pertama yang terjangkit virus tersebut. Ia kemudian memutuskan diri melakukan isolasi di RSUD Kota Bogor.

Bima bersama beberapa orang jajaran Pemkot Bodor memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, tepatnya ke Turki dan Azerbaijan. Saat ini, Bima masih menjalani perawatan meski secara umum tidak ada gejala signifikan yang dialami. Kondisinya pun terus membaik.



                                                                   Foto: dok. www.instagram.com/@kangyanamulyana

2. Wakil Wali Kota Bandung

Kepala daerah kedua yang terjangkit virus coroa adalah Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana. Yana mengumumkannya sendiri melalui akun Instagram @kangyanamulyana pada 23 Maret 2020.

Tapi, sebelum mengumumkannya, Yana memang sudah menjalani perawatan di salah satu rumah sakit di Kota Bandung. Kabar baiknya, Yana sudah dinyatakan sembuh alias negatif dari virus corona pada 27 Maret 2020. Ia pun sudah pulang ke rumah meski belum beraktivitas lagi dalam kedinasan karena masih dalam masa pemulihan.

Ia diduga terjangkit virus corona dalam kegiatan Musda HIPMI Jawa Barat di Karawang pada 9 Maret 2020. Sebab, ada beberapa orang lain yang dinyatakan positif corona setelah mengikuti kegiatan tersebut.



3. Bupati Karawang
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana jadi kepala daerah ketiga dalam daftar yang terjangkit virus corona. Hal itu diumumkan oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dalam konferensi pers di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, 24 Maret 2020. Cellica sendiri mengunggah video yang mengatakan dirinya dinyatakan positif terjangkit virus corona setelah melakukan swab test mandiri.

Dari 14 orang yang menjalani tes itu, Cellica dinyatakan positif bersama empat orang yang selama ini sering beraktivitas bersamanya. Cellica dan empat orang lainnya pun menjalani isolasi di rumah sakit di Karawang.

Sama dengan Yana Mulyana, Cellica juga diduga terjangkit virus corona dalam kegiatan Musda HIPMI Jawa Barat. Sebab, ia hadir langsung di lokasi.

Ingatkan Warga untuk Waspada
Setelah terjangkit corona, ketiga kepala daerah itu pun kompak memberikan pesan bagi warganya masing-masing dan warga Indonesia secara umum. Virus corona jelas harus diwaspadai meski jangan ditakuti secara berlebihan. Saat ini, berbagai langkah pencegahan perlu dilakukan.

"Saya mengimbau seluruh warga Bogor untuk betul-betul menjaga kesehatan, jaga jarak dan jaga diri, tidak usah bepergian keluar rumah apabila tidak betul-betul mendesak," ujar Wali Kota Bogor Bima Arya.

Untuk meredam rasa khawatir publik, ia pun mengungkap fakta positif dari virus corona. Tak semua pasien positif meninggal dunia. "Waga Bogor, COVID-19 ini bisa mengenai siapa saja, tapi sudah banyak juga  yang sembuh dari virus ini. Jadi, tetap optimis, namun selalu berhati-hati," ungkap Bima.

Hal senada juga disampaikan Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana. Tapi, ia paling menekankan agar warga menjauhi kerumunan. Sebab, hal itu akan sangat berpotensi menjadi tempat penularan dan penyebaran virus corona.

"Mohon dengan sangat jangan ketemu orang dalam kerumunan," pinta Cellica.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana yang sudah dinyatakan sembuh dari corona juga memberikan pesan. Berbagai imbauan dari pemerintah dan langkah pencegahan perlu dilakukan. Sebab, jika sudah terjangkit, menurutnya cukup berat perjuangan yang harus dilakukan agar bisa sembuh.

"Alhamdulillah saya bisa melewati proses yang sangat berat ini. Untuk itu, saya tetap mengimbau seluruh masyarakat agar mematuhi apa yang sudah diatur oleh pemerintah agar kita terus menjaga jarak, agar kita terus mengisolasi diri, untuk kita terus melakukan gerakan hidup sehat, dan selalu kita menjaga kesehata kita. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan kepada kita semua dan kita semua bisa melewati masa-masa yang sangat berat bagi bangsa dan dunia," tutur Yana.

Sudah 103 Pasien Corona Sembuh
Meski jumlah pasien positif virus corona terus bertambah, ada hal positif yang terjadi selama proses penanggulangan. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), per 1 April 2020 siang tercatat ada 1.677 pasien positif. Dari jumlah itu, 103 pasien dinyatakan sudah sembuh dan 157 pasien meninggal dunia.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan ada faktor kunci yang membuat pemerintah bisa mengatasi virus corona. Semua pihak harus bergerak dan menjalankan peran masing-masing. Masyarakat pun jadi elemen yang tak kalah penting dan harus menaati berbagai imbauan yang sudah dikeluarkan pemerintah.

"Saya mengingatkan kembali kepada kita semua bahwa kunci keberhasilan penanggulangan COVID-19 ini ada pada diri kita. Karena itu, patuhi betul dalam menjaga jarak," ujar Yuri, sapaan akrabnya.

Pemerintah sendiri terus melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran virus corona. Salah satu yang baru-baru ini dilakukan adalah mendistribusikan 349 ribu alat pelindung diri (APD) bagi petugas kesehatan untuk proses perawatan COVID-19 di berbagai rumah sakit di Indonesia.

"349 ribu APD telah terdistribusi dan akan kita lakukan untuk memenuhi kebutuhan petugas kesehatan yang jadi lini terdepan penanganan COVID-19," jelasnya.

Secara total, ada 360 rumah sakit rujukan di Indonesia yang sudah disiapkan pemerintah untuk penanganan pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien COVID-19. Rumah sakit itu milik pemerintah dari berbagai unsur, seperti TNI, Polri, BUMN, termasuk ada juga dari rumah sakit swasta.

Selain itu, saat ini total ada 5 ribu petugas kesehatan yang diterjunkan ke tengah masyarakat untuk memutus mata rantai wabah COVID-19. Mereka sekaligus mempelajari pola kesehatan dan penyakit serta faktor yang terkait di tingkat populasi penduduk berkaitan dengan COVID-19. Para petugas ini dilengkapi dengan 4.727 alat rapid test untuk pengecekan awal virus corona dan menemukan kasus positif dalam mencegah penularan.

"Ini jadi komitmen bersama kita. Ini permasalahan serius yang harus ditangani secara terintegrasi dari semua pihak," tutur Yuri.

Foto: Achmad Yurianto/dok. BNPB



Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler