Banyak yang Bikin APD untuk Tenaga Medis, Ikut Bantu Yuk!

Bandung - TemanBaik, ada hikmah positif di balik pandemi virus corona alias COVID-19 yang terjadi Indonesia. Berbagai kegiatan sosial dan kepedulian masyarakat kini semakin terlihat. Ada yang membagikan masker, membantu mengumpulkan donasi untuk membeli alat pelindung diri (APD) bagi tenaga kesehatan, hingga berbagi bantuan untuk mereka perekonomiannya yang terdampak virus corona.

Saat ini, salah satu gerakan yang cukup banyak dilakukan adalah membuat APD berupa face shield alias pelindung wajah. Alat ini jadi proteksi bagi tenaga kesehatan untuk meminimalisir tertular virus corona dari pasien yang dirawat. Simak ulasan para pembuat face shield ini yuk!



1. Nanda Natasia
Di Bandung, salah seorang yang membuat face shield itu adalah Nanda Natasia (34). Dosen geologi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini membuat face shield dengan dana urunan bersama rekan-rekannya. Selama sekitar sepekan, sudah lebih dari 200 face shield yang dibuat dan dibagikan.

Nanda bersama Roni, Dian, dan Hari tergerak untuk membuat face shield karena para tenaga kesehatan kesulitan mendapatkannya. Mereka kemudian membuat face shiel yang awalnya hanya diserahkan ke beberapa puskesmas di Bandung, salah satunya ke Puskesmas Cigadung. Hingga kini, total sudah lebih dari 10 puskesmas yang dikirimkan face shield secara gratis.

"Kemudian kita kirimkan juga ke Rumah Sakit Hasan Sadikin 100 face shield. Ternyata setelah kita kirim ke sana, informasinya nyebar, ada beberapa puskesmas juga yang japri ke kita untuk dibuatkan dan kita kirim," kata Nanda saat ditemui di kawasan Cigadung Selatan, Kota Bandung.

Bahkan, ada permintaan dari rumah sakit di Bima dan Papua juga loh. Saat ini, Nanda dan rekan-rekannya sedang menggeber pengerjaan face shield agar bisa dikirim secepatnya. Sebab, kebutuhan face shield itu sangat mendesak.

Untuk membuat face shield itu, Nanda mengandalkan tiga unit printer 3D, masing-masing satu miliknya, satu milik rekannya, dan satu lagi pinjaman dari kampus tempatnya mengajar. Dalam sehari, printer 3D itu bisa memproduksi 70-90 cetakan.

Setelah itu, mika yang sudah dipotong dan dirapikan akan dipasang. Tapi, sebelum dikirim, face shield itu akan dipastikan ulang agar rapi dan disterilisasi. Dalam satu paket, terdapat dua mika agar bisa dipakai bergiliran. Sehingga ketika satu mika dipakai, mika lain bisa disterilisasi.

Untuk membuat face shield ini, Nanda dan rekan-rekannya tak melakukan penggalangan dana secara terbuka. Tapi, jika ada yang ingin membantu, ia menyarankan agar mengirimkan berupa mika transparan dengan tebal 0,5 milimeter. Akan lebih baik jika mika itu sudah dipotong dengan ukuran 24x28 sentimeter. Kamu juga bisa membantu dengan mengirimkan filamen untuk printer 3D.

Jika kamu ingin membantu tenaga dan mengalokasikan waktu, bisa juga kok. Kamu bisa membantu memotongkan mikanya saja. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa menghubungi Sabine melalui nomor telepon 0856-1311-209.
2. Gudskul Ekosistem
Gudskul Ekosistem membuka penggalangan dana untuk membuat APD berupa face shield sejak beberapa hari lalu. Hingga 7 April 2020, total dana yang terkumpul mencapai Rp69.560.000 untuk memproduksi face shield yang akan disebarkan ke berbagai fasilitas kesehatan.

"Ini di luar dugaan dan dengan sendirinya membuat kanal produksi kami berjalan di luar rencana. Apa yang ditargetkan, jelas terlampaui," tulis akun Instagram @gudskul dalam unggahan terakhirnya.

Tapi, penggalangan dana untuk sementara dihentikan. Tujuannya agar produksi face shield berjalan sesuai kemampuan sukarelawan yang mengerjakannya di Jalan Durian Raya, Jakarta Selatan. Meski begitu, bukan berarti donasi akan berhenti total ya. Donasi berikutnya bisa tetap dilakukan, tapi dalam beberapa waktu ke depan.

"Dalam waktu beberapa hari ke depan, kami akan kembali mengupdate rencana kerja yang baru, melaporkan jumlah donasi yang masuk dan membuka kembali keran donasi dari teman-teman sekalian seturut kebutuhan-kebutuhan produksi yang baru," jelasnya.

Untuk informasi lebih lanjut, TemanBaik bisa menghubungi narahubung Gudskul Ekosistem, yaitu Distry (0811-1128-858) dan Cella (0897-8975-697). Kamu juga bisa mengintip akun Instagram @gudskul ya.

3. @ykhaamelz
Penggalangan dana untuk pembuatan face shield ini juga bisa TemanBaik lihat di akun Instagram @ykhaamelz (Ika). Perempuan yang juga dikenal sebagai vokalis band C.U.T.S dan seorang desainer ini  mengajak publik untuk 'bertempur' melawan virus corona dengan cara berdonasi.

"Saat ini kami sedang memproduksi APD (face mask) yang akan kami kirimkan ke tim medis yang tengah menangani saudari-saudari setanah air. Kami membuka jalur donasi melalui rekening BCA yang dapat kamu akses dengan mudah melalui QR Code yang terdapat di slide berikut," tulis @ykhaamelz dalam keterangan foto di unggahan terakhirnya.

Face shield yang dibuat pun sebagian sudah didistribusikan. Beberapa di antaranya sudah diserahkan ke RS Dharmais, RSU Petukangan, dan RS Melati.

4. Aa Gym
Dai kondang KH Abdullah Gymnastiar alias Aa Gym juga gencar menggalang dana melalui Daarut Tauhiid Peduli. Donasi yang terkumpul bakal disalurkan untuk penyediaan APD bagi tenaga kesehatan dan membantu penyandang disabilitas.

"Ayo, walaupun kita tidak bisa keluar fisik kita, bisa kita keluarkan uang kita, ini kesempatan kita saling menolong terutama untuk saudara kita yang berada di barisan paling depan. Sahabat, Ayo Bantu Pejuang Medis," jelas Aa Gym di akun Instagram @aagym.

Bagi TemanBaik yang ingin berdonasi melalui DT Peduli, kamu bisa menyalurkannya melalui rekening BNI Syariah 009.2552.729 atas nama DT Peduli Infaq. Untuk informasi lebih lanjut, kamu bisa mengakses www.dtpeduli.org atau menghubungi call center 0851-0001-7002.

Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler