#AksiBaik YPBB Lindungi Petugas Pengelola Sampah

Bandung - TemanBaik, selain petugas kesehatan, ada elemen lain yang sangat penting dalam kehidupan kita. Mereka adalah para petugas pengelola sampah atau kerap disebut petugas kebersihan. Mereka tetap bekerja seperti biasa demi membuat sampah bisa diangkut dan dikelola dengan baik di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.

Para petugas ini jelas memiliki risiko tinggi dalam pekerjaannya. Mereka sangat rawan terpapar penyakit karena sering bersentuhan langsung dengan sampah. Apalagi, kini banyak masker yang dibuang ke tempat sampah begitu saja. Masker itu menambah potensi para petugas terpapar penyakit.

Yayasan Pengembangan Biosains dan Bioteknologi (YPBB) pun tergerak melihat kondisi yang dialami para petugas kebersihan itu. YPBB adalah organisasi nonprofit yang dirintis sejak 1993 dengan dedikasi membantu masyarakat mencapai kualitas hidup tinggi dan berkelanjutan melalui gaya hidup selaras dengan alam.

Yayasan ini melakukan penggalangan dana untuk membantu 340 petugas kebersihan yang selama ini didampingi YPBB dalam program 'Zero Waste Cities' di kawasan Kota Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung.

Para petugas diberikan paket alat pelindung diri (APD) berupa masker, sarung tangan, sabun cuci tangan, hand sanitizer, buah, madu, hingga tas kain. Di tahap awal, paket bantuan itu sudah disalurkan bagi 110 petugas sampah. Secara bertahap paket bantuan pun akan diserahkan ke petugas lainnya hingga 15 April 2020.

Baca Ini Juga Yuk: Pasien RSJ di Semarang Bantu Jahit Pakaian Medis


Di tahap kedua, paket bantuan akan diberikan ke petugas pengomposan dan petugas pengelola sampah di kelurahan dampingan, bahkan akan diperluas hingga ke tingkat RW. Sementara dana hasil donasi yang terkumpul per 8 April 2020 ini sudah mencapai Rp58 juta.

Hal yang menarik, penggalangan dana dalam empat hari melampaui target. Sejak dibuka 26 Maret 2020, empat hari kemudian terkumpul Rp30.600.000. Rencananya, pengumpulan donasi akan dilakukan hingga 20 April 2020.

Penggalangan dana ini memang difokuskan untuk memberi dukungan dan bantuan bagi para petugas pengelola sampah. Sebab, seringkali mereka luput dari perhatian di tengah tingginya risiko yang dihadapi.

"Seperti kita tahu bersama, petugas sampah tidak bisa berhenti melaksanakan tugasnya, karena masyarakat menghasilkan sampah setiap hari," kata Narahubung YPBB Anilawati Nurwakhidin dalam rilis yang diterima BeritaBaik.id.

Mereka menurutnya sangat berpotensi tertular penyakit, termasuk virus corona. Jika mereka terjangkit, maka potensi virus itu tanpa sadar ditularkan ke orang lain juga akan terbuka. Karena itu, penting bagi petugas untuk mendapatkan proteksi.

"APD yang diberikan akan sangat bermanfaat untuk mengurangi risiko tersebut," jelas Anilawati.

Kegiatan serupa diharapkan dilakukan berbagai pihak lainnya. Petugas kebersihan harus mendapat perhatian dan perlindungan. Sebab, merekalah garda terdepan dalam menjaga kebersihan. Bahkan, merekalah yang kerap bersentuhan langsung dengan sampah.

Apresiasi pun disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung Kamalia Purbani atas gerakan yang dilakukan YPBB. "Saya menyambut baik inisiatif dan kepedulian dari YPBB kepada para petugas pengumpul sampah di beberapa kelurahan," ungkapnya.

Selain itu, ia berharap masyarakat semakin sadar dalam mengelola dan membuang sampah. Ia pun menekankan pentingnya membuang sampah masker yang kini banyak. Jangan membuang sampah masker digabung dengan sampah lain tanpa terproteksi.

Sampah masker harus dirusak dan dibuang ke dalam wadah atau kemasan tertutup. Sebab, sampah masker jadi salah satu potensi penularan penyakit kepada petugas kebersihan jika dibuang tanpa diproteksi.

"Saya berharap upaya ini bisa diikuti dengan edukasi kepada petugas pengumpul sampah dan rumah tangga yang diambil sampahnya agar dapat memisahkan sampah masker sekali pakai tidak digabung dengan sampah lainnya," tutur Kamalia.

Rima Putri Agustina, salah seorang donatur, mengaku sengaja berdonasi karena merasa petugas kebersihan memiliki risiko tinggi. Ia ingin bantuannya sedikit memberikan manfaat untuk memproteksi mereka.

"Karena saya merasa para petugas itu punya risiko tertular berbagai penyakit, tidak hanya COVID-19. Selama ini mungkin kita tidak terlalu memperhatikan," ujarnya.

Donatur lainnya, Nur Anizah Caesarwanty, juga mengutarakan hal serupa. Meski bantuan yang diberikan tidak besar, ia berharap hal itu cukup bermanfaat. "Sampah kan kotor. Saya takut mereka terkena penyakit parah, termasuk corona. Padahal mereka rata-rata lansia. Semoga mereka selalu diberi kesehatan," ungkapnya.

Aksi YPBB juga mendapat dukungan dari Global Alliance for Incinerator Alternatives (GAIA). Bahkan, GAIA akan menggulirkan dan hinga 3.000 US Dollar untuk distribusi APD dan sembako bagi petugas pengelola sampah.

Foto: Istimewa / dok. YPBB

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler