Ini Panduan Agar Tak Terkecoh Peredaran Uang Palsu

Bandung - TemanBaik, uang merupakan sesuatu yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari. Dalam kegiatan satu hari saja, mungkin bisa lebih dari satu kali kita berurusan dengan uang. Selain mesti bijak dalam menggunakannya, kita juga harus waspada akan tindak kejahatan pemalsuan uang, khususnya uang rupiah yang menjadi alat tukar resmi di Indonesia.

Uang rupiah palsu biasanya kerap diedarkan di pasar tradisional atau toko-toko kecil dan dibelanjakan pada saat suasana sedang ramai. Sebab pada momen tersebut, pedagang biasanya tak sempat memeriksa keaslian uang yang diterima.

Nah, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan tersebut supaya tak terjadi dalam hidup kita, ada beberapa ciri uang yang mungkin bisa TemanBaik pelajari. Apa saja sih? Yuk disimak!

Bahan Baku Uang Kertas
Bahan baku uang rupiah kertas berasal dari kertas khusus yang berbahan baku serat kapas. Selain itu, ada sehelai benang pengaman yang dianyam pada pecahan uang kertas yang beredar. Khusus untuk pecahan Rp.50.000 dan Rp.100.000, benang pengaman tersebut akan berubah warna bila dilihat dari sudut pandang tertentu.

Selain itu, terdapat watermark pada semua pecahan uang kertas berupa gambar pahlawan. Pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000 ada tanda yang berupa logo BI dan ornamen tertentu yang akan terlihat jika diterawang ke arah cahaya.

Teknik Cetak Uang
Sebagian besar unsur pengaman pada uang kertas rupiah dibuat menggunakan teknik cetak yang dapat dikenali dengan cara Dilihat, Diraba, Diterawang (3D).

Selain itu, terdapat gambar perisai yang berisi logo Bank Indonesia bisa berubah warna jika melihatnya dari sudut pandang berbeda. Untuk pecahan Rp.100.000 dan Rp.50.000 akan berubah warna dari merah keemasan ke warna hijau, sedangkan untuk pecahan Rp.20.000 dari hijau ke ungu.

Lebih jauh lagi, Ada gambar tersembunyi multiwarna yang berupa angka, yang akan terlihat dari sudut pandang tertentu. Pada uang pecahan Rp.50.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 50 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan biru. Sedangkan pecahan Rp20.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 20 dengan kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.

Lanjut lagi pada pecahan Rp10.000, terdapat gambar tersembunyi berupa angka 10 dengan kombinasi warna ungu, biru, dan kuning. Sedangkan pada pecahan Rp100.000, terdapat gambar bersembunyi berupa angka 100 dengan  kombinasi warna merah, kuning, dan hijau.

Baca Ini Juga Yuk: Berbagi Rasa dengan Makanan Bersama Parti Gastronomi

Jika diteliti lebih rinci, ada gambar tersembunyi pada tanda-tanda uang rupiah asli. Jika dilihat dari bagian depan, gambar tersembunyi itu berupa tulisan BI dalam bingkai persegi panjang yang akan terlihat dari sudut pandang tertentu. Gambar ini terlihat pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000. Untuk pecahan Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000 berupa tulisan BI serta angka 5, 2 dan 1 yang terlihat dari sudut pandang tertentu.

Sedangkan dari bagian belakang, gambar tersembunyi itu berupa angka 100, 50, 20, 10 yang terlihat di sudut pandang tertentu pada pecahan Rp100.000, Rp50.000, Rp20.000, dan Rp10.000.

Ciri paling identik dari teknik cetak khusus ini bisa dilihat dari gambar utama, lambang negara, angka nominal, huruf terbilang dan frasa Negara Kesatuan Republik Indonesia akan terasa kasar ketika diraba. Selain itu, ada empat ciri khusus berupa Kode tuna netra, pasangan garis pada sisi kanan dan kiri uang yang kasar ketika diraba, gambar yang saling isi (rectoverso) dan logo Bank Indonesia yang akan terlihat utuh jika diterawang ke arah cahaya.

TemanBaik, peredaran uang palsu dapat dihindari oleh kita. Diantaranya dengan cara meluangkan waktu untuk meneliti uang yang diterima dengan cara 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang). Selain itu, kamu juga sebaiknya melakukan transaksi keuangan di tempat pencahayaan yang baik.

Untuk kamu yang hendak melakukan penukaran uang, maka lakukan penukaran tersebut di tempat yang resmi. Selain itu, lakukanlah pembayaran secara nontunai untuk memutus peredaran uang palsu ini.

Bila menemukan uang palsu, jangan sesekali kita membelanjakannya, ya. Sebaiknya, kita laporkan uang palsu tersebut kepada kantor bank terdekat untuk diklarifikasi. Selain itu, pelaporan pada pihak berwajib juga harus kita lakukan agar sumber tersebarnya uang palsu dapat ditelusur dan ditemukan. Nah. Bagaimana TemanBaik? Mulai sekarang, yuk kita lebih teliti saat menggunakan uang.

Foto: dok. Bank Indonesia

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler