Pesan MUI Jelang Ramadan di Tengah Pandemi Corona

Jakarta - TemanBaik, kurang dari dua pekan lagi bulan Ramadan akan tiba. Ini tentu jadi bulan yang dinantikan umat muslim. Tapi, Ramadan kali ini tentu akan berbeda karena berada di tengah pandemi virus corona atau COVID-19.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Sekretaris Komisi Fatwa Asrorun Ni'am Sholeh memberi sejumlah pesan, terutama bagi umat muslim. Simak pesannya yuk!

1. Bukan Halangan untuk Beribadah
Ya, Ramadan memang akan berlangsung di tengah pandemi virus corona. Tapi, hal ini tentu bukan alasan untuk tidak beribadah. Banyak ibadah yang bisa dilakukan, tapi tentu dengan cara berbeda disesuaikan dengan kondisi yang ada.

Sebagai contoh, ibadah salat berjamaah di masjid sebaiknya tidak dilakukan. Tapi, salat berjamaah bisa dilakukan di rumah, termasuk salat tarawih. Ibadah lain juga bisa dilakukan, misalnya membaca Alquran bersama anggota keluarga.

Intinya, hindari melakukan sesuatu dengan cara berkerumun di satu tempat. Hal ini tentu untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

"Pembatasan kerumunan bukan membatasi ibadah. Sekali lagi saya tegaskan, pembatasan kerumunan bukan membatasi ibadah. Karena, menurut para ahli, kerumunan dalam situasi sekarang menjadi faktor potensial penyebaran wabah. Untuk itu, menghindari kerumunan di dalam konteks hari ini adalah salah satu bentuk ibadah," kata Asrorun dalam konferensi pers di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (13/4/2020).
Sedangkan berpuasa tetap bisa dilakukan seperti biasa. Tapi, ia mengingatkan agar selama menjalankan ibadah puasa, kamu memperhatikan asupan gizi agar tetap bugar. Dengan cara ini, kamu akan meminimalisir terjangkit penyakit.

"Berpuasalah, niscaya akan melahirkan kesehatan. Puasa yang benar dengan makanan seimbang, menu makanan sehat, kesehatan tubuh dan gaya hidup sehat akan melahirkan imunitas tubuh dan mencegah paparan COVID-19. Sahur secukupnya, di dalam sahur ada barokah. Berbuka secukupnya, di dalam berbuka ada kesehatan dan juga ibadah," jelasnya.

2. Momentum Merekatkan Keluarga
Karena kamu disarankan untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, hal ini justru akan berdampak baik untuk merekatkan hubungan di keluarga. Bahkan, saat Ramadan menjadi momentum tepat untuk beribadah bersama.

Untuk salat misalnya, jika selama ini kamu jarang salat berjamaah di rumah bersama keluarga, momentum kali ini jadi kesempatan besar. Sebab, selama ini mungkin banyak anggota keluarga yang jarang salat berjamaah di rumah karena harus bekerja dan menjalankan aktivitas lain di luar rumah.

"Rasulullah mengingatkan kepada kita di dalam hadits sahihnya, 'Salatlah wahai manusia di rumah kalian'. Karena apa? Salat yang paling utama adalah salat yang dilaksanakan di rumah, kecuali salat maktubah. Hadits ini menekankan bagaimana COVID-19 melahirkan hikmah bagi kita umat Islam khususnya dan bangsa Indonesia secara umum, untuk kembali merekatkan tali kekeluargaan dan juga kehidupan harmonis di tengah keluarga," jelas Asrorun.

3. Momentum Bersedekah
Bulan Ramadan biasanya membuat seseorang lebih rajin bersedekah dan melakukan amal kebaikan. Salah satunya membagikan takjil gratis. Hal ini bisa tetap kamu lakukan. Misalnya dengan mengirimkan makanan untuk berbuka ke panti asuhan atau orang-orang yang membutuhkan. Kamu bisa menggunakan jasa ojek online untuk mengirimkannya agar kamu bisa tetap menjalankan social distancing.

Untuk sodaqah atau sedekah secara umum, sebenarnya enggak perlu menungu momentum Ramadan kok. Kamu bisa melakukannya dari sekarang. Bahkan, sedekah saat ini sangat dianjurkan demi membantu penanggulangan COVID-19, mulai untuk membeli alat pelindung diri bagi tim medis, membantu orang yang terdampak COVID-19, serta bantuan lainnya.

"Bagi yang berkecukupan harta, mari kita sisihkan sebagian rezeki kita untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena dampak COVID-19, baik langsung maupun tidak langsung. Kepada yang langsung, tentu meringankan pasien dengan proses perawatannya, membantu tenaga medis untuk penyediaan APD, membantu proses pemakaman saudara-saudara kita yang wafat karena COVID, membantu saudara yang terdampak, dan lain-lain," jelasnya.

Sementara jika tak punya rezeki berlebih untuk disedekahkan, kamu bisa bersedekah dengan cara lain. Sedekah yang dimaksud adalah dengan tetap menjalankan gerakan #DiRumahAja, tidak berkerumun, hingga tidak mudik. Hal ini demi meminimalisir penyebaran dan penularan virus corona.

"Menghindarkan potensi bahaya dari muslim dari potensi penularan yang kita hindarkan itu adalah sodaqah. Ucapan yang baik adalah sodaqah. Jika kita tidak mampu melakukan aktivitas menghindarkan, jangan mencari, menyebarkan hoaks, permusuhan, membuat orang ketakutan, mengumpat, menolak patuh pada aturan yang tidak melanggar syariat, itu adalah perbuatan maksiat dan dosa. Diamnya kita hari ini adalah sedekah," papar Asrorun.

4. Alihkan Zakat
TemanBaik yang muslim tentu tahu kan jika zakat adalah kewajiban bagi yang mampu. Untuk kondisi saat ini, Asrorun mengimbau agar zakat disalurkan secara daring untuk meminimalisir kamu keluar rumah.

Ia pun menyarankan agar zakat disalurkan ke lembaga resmi dan terpercaya. Sehingga, zakat itu akan dipakai untuk membantu penanganan COVID-19 dan mereka yang perlu dibantu. Apalagi, saat ini banyak kan yang melakukan gerakan donasi. Kamu bisa menyalurkannya ke sana.

Dengan cara ini, pandemi COVID-19 diharapkan bisa cepat berakhir. Di saat yang sama, mereka yang membutuhkan bantuan juga bisa terbantu melalui zakat yang kamu salurkan. Tapi, jika kamu ingin menyalurkan zakat secara langsung kepada yang berhak, boleh-boleh saja kok. Hanya saja, tetap lakukan proteksi diri ya.

5. Hindari Buka Bersama
TemanBaik, tentu buka bersama menjadi hal yang sangat dinantikan dan dirindukan banyak orang. Momentum ini bisa jadi ajang melepas rindu bersama teman-teman atau relasi. Tapi, usahakan tidak melakukannya ya.

Sebab, kamu enggak pernah tahu kondisi orang yang berbuka bersama denganmu. Bisa jadi seseorang itu sedang sakit dan ujungnya kamu tertular tanpa sengaja. Jika tetap ingin bersilaturahmi, kamu kan bisa memanfaatkan teknologi, bisa dengan mengunakan video call, telepon, atau aplikasi percakapan video massal yang saat ini bisa diunduh melalui gawai.

Asrorun sendiri mengajak menjadikan Ramadan menjadi momentum untuk menanggulangi COVID-19 secara bersama-sama dengan menjalankan berbagai imbauannya, termasuk imbauan dari pemerintah. Tindakan kita semua akan menentukan cepat atau lambatnya COVID-19 segera enyah dari bumi Indonesia ini.

"Momentum Ramadan harus jadi solusi hubungan kemanusiaan kita mempercepat proses pemulihan dan pengendalian COVID-19 dengan langah-langkah kita," tandas Asrorun.

Foto: Asrorun Ni'am Sholeh /dok. BNPB
Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler