Menelusuri Obat Tradisional dalam Naskah Kuno

Bandung - TemanBaik, naskah-naskah kuno biasanya memuat berbagai sejarah hingga ajaran tertentu. Tapi, tahu enggak jika dalam naskah kuno juga terdapat pembahasan tentang obat tradisional di masa lampau? Simak penjelasannya nih!

Dalam sejarahnya, sejak dulu memang tanaman herbal sudah banyak digunakan nenek moyang kita untuk berbagai pengobatan. Ya, tapi tentu cara pengolahan dan penyajiannya enggak seperti sekarang. Caranya disesuaikan dengan zaman di saat nenek moyang kita ada.

Pembahasan soal obat tradisional itu pun banyak tertuang dalam naskah kuno Nusantara, termasuk pada naskah kuno Sunda. Ada yang membahas seputar khasiat untuk menangkal dan mengobati penyakit atau sekadar untuk meningkatkan imunitas tubuh.

Di antaranya ada pada naskah Sunda kuno abad XVI Masehi, yaitu Kropak 421 Mantera Aji Cakra yang berisi mantra penangkal, Darmapamulih yang berisi mantra pengobatan, serta pada Kropak 409 Soeloek Kidoengan Totoelak Bilahi. Naskah-naskah ini berbahan lontar menggunakan aksara dan bahasa Sunda kuna atau kuno.


Ada juga yang terungkap dalam Naskah Pengobatan beraksara Pegon. Naskah ini menguak tumbuhan yang berfungsi menangkal serangan penyakit dan cara pengobatannya. Pada naskah ini dijelaskan berbagai tanaman herbal seperti kunyit, temulawak, serta kunir.

"Temulawak misalnya mengandung minyak atsiri yang berkhasiat meningkatkan daya tahan tubuh," kata dosen Departemen Filologi Fakulitas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Elis Suryani Nani di laman resmi Universitas Padjadjaran.


                                                                              Foto: dok. Unpad

Dalam naskah itu, kunir juga dijelaskan berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh, mengobati demam, diare, antikanker dan scabies, mencegah depresi, dan mengatasi peradangan. Manfaat lainnya adalah mencegah alzheimer, maag, menghambat kerusakan kromosom, menjaga kekuatan otak, hingga menjaga gula pada penderita diabetes.

Pada naskah itu juga disebutkan khasiat tanaman lain, misalnya rumput teki sebagai obat jantung, asma, dan kanker. Daun sembung untuk menyembuhkan flu, batang secang sebagai obat radang dan demam, serta babadotan untuk mengatasi demam dan malaria.

Sedangkan untuk manfaatkan meningkatkan imunitas, disebutkan juga bawang putih dan merah. Di sana juga disebutkan campuran bawang putih dan jahe yang diparut serta ditambah sedikit garam berkhasiat menyembuhkan penyakit paru-paru basah.

"Sementara itu, jambu kulutuk (jambu biji) dapat mengatasi penyakit akibat infeksi virus dan bakteri, salah satunya pada kasus influenza, disamping membantu menurunkan demam," jelas Elis.

Hal yang menarik adalah penggunaan istilah takaran pemakaian. Istilah yang dipakai adalah secuil, segenggam, seikat, selembar, setangkai, segelas, sesendok, dan sejumput. Tapi, tidak disebutkan secara detail mengenai ukuran yang digunakan.

Karena itu, sangat penting bagi TemanBaik yang ingin menggunakan tanaman herbal sesuai takarannya. Sebab, jika dikonsumsi dengan salah atau berlebihan, justru akan berdampak negatif. Sebaliknya, jika digunakan dalam takaran yang pas akan berkhasiat maksimal.

"Jika tidak tepat sasaran, malah bisa terjadi komplikasi. Karena untuk mengobati suatu penyakit, tidak hanya menggunakan satu jenis tanaman, tetapi dicampur dengan tanaman obat lainnya, layaknya obat-obatan medis," pungkas Elis.

Nah, jika TemanBaik ingin menggunakan tanaman untuk pencegahan atau pengobatan penyakit, sebaiknya cari informasi sebanyak mungkin. Jika bisa, informasi itu didapat dari ahlinya. Sehat selalu ya TemanBaik!

Foto: Ilustrasi Unsplash

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler