PSBB di Bandung Raya Segera Berjalan, Simak Ulasannya Yuk!

Bandung - TemanBaik, terutama bagi kamu yang tinggal di kawasan Bandung Raya, mulai siap-siap ya dari sekarang. Sebab, mulai Rabu (22/4/2020) nanti direncanakan akan berlaku pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Simak ulasannya yuk!

Sudah Disetujui Menkes
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil sudah menerima surat dari Kementerian Kesehatan terkait pengusulan PSBB di kawasan Bandung Raya pada Jumat (17/4/2020). Itu artinya, PSBB akan benar-benar dijalankan.

"Kami sudah mendapatkan surat dari Menteri Kesehatan yang isinya memberikan keputusan bahwa Kemenkes menyetujui untuk pemberlakuan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar di wilayah Metropolitan Bandung Raya," kata Emil, sapaan akrabnya.

Dengan berlakunya keputusan itu, maka Jawa Barat jadi wilayah terbanyak yang menerapkan PSBB. Total ada lima kabupaten/kota yang menerapkannya, yaitu Bodebek (Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Kota Bekasi) serta Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

Emil pun meminta penerapan PSBB dan segala aturannya ditaati warga. Warga diharapkan dengan penuh kesadaran menjalankan imbauan dan berbagai arahan selama PSBB.

"Taati aturan yang dikeluarkan wali kota dan bupati masing-masing. Karena jika melanggar akan ada sanksi, salah satunya adalah surat tilang atau blanko dari kepolisian kepada mereka yang melanggar aturan," jelas Emil.

Baca Ini Juga Yuk: RUPST dengan Protokol Covid-19, bjb Bagikan Deviden Rp925, 04 M


                                                                                                              Foto: Oris Riswan Budiana/beritabaik.id

Tes Masif Diperbanyak
Selama pelaksanaan PSBB, di kawasan Bandung Raya akan dilakukan langkah untuk mencegah dan menanguglangi virus corona atau COVID-19. Akan ada tes masif dengan metode rapid diagnostic test (RDT).

"Pelaksanaan PSBB di Bandung Raya akan diiringi dengan pengetesan masif sebanyak-banyaknya. Tujuan PSBB ini memberikan ruang yang disiplin kepada daerah dan dilacak dan dites. Sehingga, di akhir waktu kita akan tahu siapa-siapa yang mengalami atau zona yangharus diawasi," tutur Emil.

Di Jawa Barat, 2/3 penyebaran virus corona berada di dua zona, yaitu Bodebek dan Bandung Raya. Karena itu, PSBB jadi solusi tepat untuk mengatasi agar pandemi virus corona segera berakhir.

"Untuk kota/kabupaten lainnya kami masih mengkaji apakah perlu dilakukan PSBB atau tidak. Karena pengajuan PsBB harus berdasarkan data dan berdasarkan kajian yang meyakinkan," ungkap Emil.

Metode RDT sendiri menurutnya dapat menunjang keberhasilan PSBB Bandung Raya. Sebab, tujuan dari PSBB adalah memutus mata rantai penularan, merawat, dan mengobati penyintas COVID-19.

Sementara sebagai tindak lanjut dari tes cepat, Pemprov Jawa Barat juga akan menggelar tes melalui pemeriksaan dengan teknik reaksi rantai polimerase (polymerase chain reaction/PCR) bagi warga yang terindikasi positif COVID-19.

"Kami lanjutkan secara swab dan kami laporkan Jabar sudah membeli alat tes PCR atau swab dari Korea Selatan. Sehinga bisa meningkatkan kapasitas pengetesan dari 140 sampel per hari menjadi 2.000 sampel per hari," ucapnya.

"Kombinasi tes masif oleh RDT dengan masifnya tes PCR, insya Allah Jabar bisa mengendalikan dan merespons COVID-19 dengan terukur," tandas Emil.

Wali Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan PSBB adalah hal yang memang harus dilakukan saat ini di kawasan Bandung Raya, terutama di Kota Bandung. Sebab, Kota Bandung saat ini adalah yang terbanyak memiliki penyintas COVID-19.

"Itu makanya dengan hasil rapid test sampai hari ini, makanya menurut pandangan saya jadi hal yang sangat penting PSBB ini," ucap Oded di Pendopo Kota Bandung, Sabtu (18/4/2020).

Kota Bandung sendiri menurutnya akan berupaya melakukan pemeriksaan. Bahkan, Pemkot Bandung sudah bekerjasama dengan salah satu instansi untuk pemeriksaan COVID-19 di Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA) Kota Bandung.

"Di RSKIA itu akan membuat semacam swab PCR. Sedang dikerjakan, insya Allah mudah-mudahan satu sampai dua pekan ini selesai. Itu akan ada pemeriksaan lebih banyak," ujar Oded.

Hal yang Boleh dan Tak Boleh Dilakukan
Salah satu pertanyaan yang terlintas di benak warga Bandung Raya pasti adalah apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama pelaksanaan PSBB. Iya kan? Jika belum tahu, kita bahas yuk!

Secara umum, aktivitas apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama PSBB sama dengan yang berlaku di Jakarta dan Bodebek. Tapi, untuk hal-hal yang sifatnya khusus atau khas, masih dibahas hingga kini. Dalam waktu dekat, hal-hal khusus itu akan disosialisasikan, terutama untuk Kota Bandung.

Berikut ini poin umum aktivitas yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama PSBB:
Kegiatan yang Boleh Dilakukan
1. Sektor kesehatan
2. Sektor pangan, makanan, dan minuman
3. Sektor energi seperti air, listrik, gas, pompa bensin
4. Sektor komunikasi
5. Sektor keuangan dan perbankan
6. Kegiatan logistik distribusi barang
7. Kebutuhan kesehatan, retail, warung, toko kelontong
8. Sektor industri strategis
9. Delivery barang

Kegiatan yang Dilarang Selama PSBB
1. Kegiatan belajar mengajar di sekolah dan universitas
2. Kegiatan peribadatan di rumah ibadah
3. Menutup seluruh fasilitas umum
4. Pusat perbelanjaan, tempat hiburan, taman, balai pertemuan, ruang RPTRA, gedung olah raga, dan museum
5. Kegiatan sosial budaya
6. Resepsi pernikahan dan pesta khitanan
7. Berkerumun di luar ruangan maksimal lima orang
8. Kapasitas penumpang di kendaraan umum dan pribadi maksimal 50 persen
9. Makan di restoran atau tempat makan umumnya hanya boleh take away atau dibawa pulang

Foto: dok. Humas Jabar

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler