'ChariTea', Memberi Perhatian Lewat Teh Hitam

Bandung - TemanBaik, saat ini banyak pihak tergerak untuk memberi bantuan dalam berbagai bentuk demi membantu penanganan virus corona atau COVID-19, terutama kepada tim medis. Paling banyak tentu gerakan untuk menyumbang alat pelindung diri (APD), baik dalam bentuk barang maupun uang. Selain itu, ada bantuan lain seperti hand sanitizer, face shield, hingga chamber.

Tapi, Pusat Penelitian Teh dan Kina (PPTK) Gambung punya cara berbeda untuk memberi perhatian bagi tenaga medis. Instansi ini memberikan sumbangan berupa teh yang dinamakan program 'ChariTea'. Sesuai namanya, ChariTea adalah singkatan dari charity dan tea. Sebagai langkah awal, lewat program ini, PPTK memberikan teh kepada petugas di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Senin (20/4/2020).

"Charity ini dinamakan ChariTea karena bantuan ini mengusung produk teh," kata Direktur PPTK Gambung Dadan Rohdiana.

Ada 10 kilogram teh yang diberikan berupa teh hitam dalam kemasan 100 gram. Tim medis dan para pekerja di lingkungan RSHS pun tinggal menyeduhnya. Tapi, sasaran utamanya adalah para tenaga medis yang jadi garda terdepan penanganan virus corona.

"Teh hitam dipilih karena merupakan teh yang diolah dari proses oksidasi enzimatis. Sehingga memiliki senyawa flavonoid dalam bentuk teavlin yang berpotensi sebagai antivirus," jelas Dadan.



Teh hitam sendiri sudah diteliti memang memiliki khasiat sebagai antivirus. Teh hitam memiliki potensi dalam menghambat virus H5N1, HIV, dan SARS. Bahkan, penelitian di Indonesia dan China pada 2020 ini, memperlihatkan adanya potensi penghambatan perkembangan virus corona oleh senyawa teaflavin yang terkandung di dalam teh.

Baca Ini Juga Yuk: Bekerja Saat PSBB Bandung Raya, Ini yang Harus Disiapkan

Karena itulah teh dirasa akan sangat berguna bagi mereka yang bekerja di RSHS, terutama tim medis yang secara langsung menangani pasien virus corona. Teh diharapkan jadi 'senjata' untuk membuat daya tahan tubuh tim medis menjadi lebih kuat. Sehingga, mereka akan lebih tangguh dalam menghadapi

"Dengan mengonsumsi teh hitam ini, diharapkan dapat menjaga daya tahan tubuh para tenaga medis sebagai pahlawan kesehatan dalam menangani COVID-19," ucap Dadan.

Ajak Pelaku Teh Ramaikan ChariTea
Program ChariTea sendiri diharapkan dijalankan oleh banyak pihak. Sehingga, tidak hanya PPTK Gambung saja yang melakukannya. Bahkan, semakin banyak yang melakukan donasi serupa, Dadan sangat menyambutnya dengan positif.

Sebab, saat ini publik dihadapkan pada kondisi pandemi virus corona. Untuk mengatasinya, setiap orang bisa melakukan atau menyumbang apapun yang dirasa berguna. Termasuk menyumbang teh bagi para pelaku yang bergerak di dunia teh.

Apa yang dilakukan PPTK Gambung pun diharapkan memantik semangat pengusaha teh dan pelaku seputar teh untuk melakukan gerakan yang sama. Penyerahan teh pun diharapkan diserahkan langsung ke rumah sakit, puskesmas, atau tempat pelayanan kesehatan lain yang terdekat. Sehinga, bantuan bisa sampai lebih cepat daripada dikumpulkan di satu titik lebih dulu.

"Silakan kalau mau dilakukan, kita hanya jadi pioneer untuk memancing teman-teman lain melakukannya," ucap Dadan.

Pemberian teh pun menurutnya tak hanya bagus untuk tim medis. Mereka yang dalam kesehariannya bekerja di rumah sakit atau pusat pelayanan kesehatan akan sangat membutuhkannya. Misalnya tenaga administrasi, pekerja di dapur, serta pekerja bidang lainnya di pusat pelayanan kesehatan.

Sebab, mereka butuh daya tahan tubuh yang prima mengingat bekerja di tempat 'rawan'. Apalagi, mereka juga masih harus bekerja seperti biasa, bukan bekerja di rumah seperti sebagian pekerja lainnya. Dari teh itulah diharapkan daya tahan tubuh mereka meningkat dan terhindar dari terjangkitnya berbagai penyakit.

Foto: dok. PPTK Gambung

Belum Ada Komentar
Baca Lainnya
Berita Baik Terpopuler